UM MAGELANG SATU-SATUNYA PTS DI JATENG YANG LOLOS PROPOSAL INSINAS DIKTI 2016

Upaya UM Magelang untuk terus memacu dosen melakukan penelitian semakin membuahkan hasil. Setelah berhasil meloloskan 19 proposal dosen dalam Hibah Dikti tahun 2016, kali ini UM Magelang berhasil meloloskan satu proposal dalam Hibah Program Insentif Riset Nasional (INSINAS) Kemenristek Dikti Tahun 2016.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LP3M) UM Magelang Dr. Suliswiyadi M.Ag mengatakan, tahun ini UM Magelang mengirimkan dua proposal INSINAS dan satu proposal yang berhasil lolos. Proposal yang lolos itu berjudul Pengujian Metode Inovatif guna Meningkatkan Kinerja Plasma Media untuk Penyembuhan Luka dengan Menggunakan Kombinasi Micro-wells Dressing dan Madu Lokal.

Diketuai Nasruddin Ph.D yang tercatat sebagai dosen Fikes UM Magelang, proposal tersebut dibiayai Dikti senilai 120 juta dengan pola pendanaan non konsorsium. Sulis menambahkan, tahun ini UM Magelang merupakan satu-satunya PTS di Jawa Tengah yang berhasil lolos dalam program prestisius Dikti tersebut. “Berdasarkan data dari laman Sistem Informasi Manajemen Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Sim-Litbangmas) Dikti tentang Pengumuman Hasil Seleksi Proposal INSINAS, UM Magelang menjadi satu-satunya PTS di Jawa Tengah yang berhasil lolos dalam program tersebut. Ini tentu saja membanggakan dan menjadi prestasi tersendiri mengingat UM Magelang juga harus bersaing dengan PTN yang sudah memiiliki reputasi sebelumnya,” ungkap Sulis.

Di sisi lain, Nasruddin Ph.D yang menjadi peneliti utama proposal tersebut mengatakan, tim dari UM magelang terdiri dari empat orang yang merupakan dosen Fikes UM Magelang. “Tiga dosen lain yakni Dr. Heni Setyowati SER, Prasojo Pribadi M.Sc Apt, dan Heni Lutfiyati M.Sc Apt,” ungkap Nasruddin yang mendapatkan gelar S3 dari Kanazawa University Jepang dengan predikat Suma Cum Laude itu.

Ia mengatakan, proposal itu bertujuan untuk menguji efektifitas penggunaan larutan madu lokal Indonesia yang ditopang oleh micro-wells dressing untuk mengoptimalkan fungsi plasma medis bagi penyembuhan luka secara in vivo. “Penelitian ini juga berpotensi untuk mengusulkan konsep baru dalam mengoptimalisasi kerja plasma yang sebelumnya cenderung berbasis pada konsep interaksi plasma-luka secara langsung menjadi plasma-larutan-luka dan plasma-material mediator-luka,” ungkapnya.

Nasruddin berharap agar penelitian tersebut dapat diterbitkan dalam jurnal internasional bereputasi, dapat menghasilkan prototipe micro-wells dressing dan formulasi larutan madu serta mendapatkan paten. “Selain itu melalui publikasi dari hasil peneltian diharapkan dapat mempromosikan potensi madu lokal Indonesia di tingkat internasional, khususnya pada komunitas peneliti plasma medis dunia,” pungkasnya.(YUDIA-HUMAS)

Leave us a Comment