UM MAGELANG GELAR TABLIGH AKBAR

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1436 H, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Studi Islam (P3SI) UM Magelang menyelenggarakan Tabligh Akbar untuk dosen dan keryawan pada Jumat 12/6 2015.

            Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Rektorat lantai 3 tersebut diikuti oleh kurang lebih 200 jamaah yang terdiri dari mahasiswa, karyawan dan dosen UM Magelang.

        Ketua P3SI Agus Miswanto, M.A dalam sambutannya mengatakan, tema tabligh akbar kali ini yakni “Membumikan dan Mengabadikan Cinta Ramadhan” Tabligh Akbar ini, lanjut Agus, diselenggarakan dalam rangka untuk bersiapsedia menyambut dan menjalankan rangkaian ibadah di bulan suci Ramadhan.

Agus menambahkan, berdasarkan SK Rektor, UM Magelang telah membentuk panitia khusus untuk kegiatan Ramadhan di Kampus (RDK). Kegiatan RDK, lanjut Agus, sebagaimana yang telah dilaksanakan pada Ramadhan sebelumnya diantaranya pengajian menjelang Ramadhan, Tadarus dan Kajian Al-Qur’an, Tarawih di Kampus, Pesantren mahasiswa, Tarawih keliling, Nuzulul Qur’an, Penghimpunan Zakat, Shalat Iedul Fitri di Kampus, dan Halal bihalal.

            Pengajian Tabligh Akbar dan kegiatan RDK dibuka langsung oleh Rektor UMMagelang Ir. Eko Muh Widodo, MT. Dalam sambutannya, Eko Muh Widodo mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya kegiatan RDK oleh P3SI. Rektor menambahkan, makna bulan Ramadhan tahun ini harus lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. “Jangan sampai kegiatan-kegiatan ritual di bulan Ramadhan ini tidak mempunyai makna apapun yang berkaitan dengan peningkatan iman dan taqwa kepada Allah Swt,” ungkap Rektor.

            Pada acara Tabligh Akbar tersebut, panitia pelaksana menghadirkan penceramah yakni Ustad Iip Wijayanto yang dalam tausiahnya mengatakan, zaman sekarang ini, banyak umat Islam yang menjalankan ibadah shalat Tarawih tetapi meninggalkan shalat wajib lima waktu.

            Lebih lanjut Ustad Iip menyampaikan sabda Rasulullah, bahwa surga rindu kepada empat golongan manusia yakni orang yang rajin membaca Al-Qur’an, memelihara lisan dari ucapan yang keji dan mungkar, memberi makan yang sedang kelaparan (puasa), serta berpuasa di bulan Ramadhan.(RIFA’I-HUMAS)

Leave us a Comment