UM MAGELANG GELAR I’TIKAF DI KAMPUS

UM MAGELANG GELAR I’TIKAF DI KAMPUS

Memasuki 10 hari terakhir di bulan Ramadhan 1439 H, UM Magelang melalui Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Studi Islam (LP2SI) mengadakan I’tikaf  Ramadhan di Kampus. Kegiatan tersebut dilakaukan selama dua hari yakni tanggal 6 dan 7 Juni  di Masjid Kampus 1 UMMMagelang.

Zuhron Arofi, penanggungjawab kegiatan menyampaikan, sebanyak  50 jamaah mengikuti kegiatan yang diadakan mulai sore hari tersebut. Mereka, kata Zuhron, merupakan mahasiswa  dan pegawai UM Magelang. Selain itu dalam i’tikaf kali ini juga terdapat peserta dari Amerika yakni Syeikh Zidan  yang menyempatkan diri mengikuti  i’tikaf  di kampus UMMagelang.   “Kegiatan i’tikaf di kampus kali ini  merupakan tahun  pertama yang diadakan LP2SI sebagai rangkaian kegiatan Ramadhan di Kampus,” ujar Zuhron.

Saat mengikuti i’tikaf,  beberapa peserta ada yang  mendirikan tenda di  dalam maupun seputar masjid kampus. Jamaah i’tikaf mulai mendatangi lokasi i’tikaf pada sore hari untuk mengikuti pengajian menjelang waktu berbuka puasa. Setelah selesai berbuka dan sholat Maghrib berjamaah, mereka melakukan tadarus Al Quran hingga waktu sholat Isya.

Usai sholat Isya berjamaah, mereka mengikuti kajian materi tentang Menghafal Al Qur’an Semudah Tersenyum yang disampaikan oleh Ustad Burhan serta materi tentang Keutamaan I’tikaf oleh Ustaz Andi Triyanto. Selain itu para jamaah juga mendengarkan penuturan dari Syekh Zidan tentang perkembangan Islam di Amerika. Ia bertutur bahwa saat ini Islam di Amerika berkembang pesat yang dibuktikan dengan populasi Muslim dan jumlah masjid yang terus bertambah. Hal tersebut terjadi di hampir seluruh wilayah di Amerika.

Setelah beristirahat sejenak, para jamaah melakukan qiyamul lail, witir, tadarus,  dan amalah sunah lainnya  hingga waktu sahur. Usai sholat Subuh dan mengikuti kajian serta senam bersama, para peserta kembali ke aktivitas masing-masing untuk selanjutnya kembali lagi pada sore harinya.

Zuhron berharap,  melalui kegiatan i’tikaf  untuk memakmurkan masjid, kampus UMMagelang akan lebih mendapatkan keberkahan. Selain itu kegiatan i’tikaf di kampus juga untuk lebih mensyiarkan dan mempopulerkan kegiatan i’tikaf dalam kehidupan kampus.

 

HUMAS

 

PERINGATI NUZULUL QUR’AN, UMMAGELANG  GELAR PENGAJIAN

PERINGATI NUZULUL QUR’AN, UMMAGELANG GELAR PENGAJIAN

Untuk menyambut Nuzulul Quran pada 17 Ramadhan, Lembaga Pembinaan dan  Pengembangan Studi Islam (LP2SI) UMMagelang mengadakan pengajian Nuzulul Qur’an di Auditorium Kampus 1 UMMagelang pada Sabtu (02/06). Kegiatan yang mengusung tema “Al Quran dan Generasi Milenial” tersebut diikuti oleh 250 peserta yang terdiri dari Dosen, Tenaga pendidikan UMMagelang, guru SMA/SMK Muhammadiyah kota Magelang, Siswa SMA, dan masyarakat umum.

Ketua LP2SI Tohirin M.Ag dalam laporannya menyampaikan, bahwa kegiatan pengajian Nuzulul Quran ini merupakan rangkaian dari kegiatan Ramadan di Kampus (RDK) yang diadakan LP2SI UMMagelang.

Adapun Rektor UMMagelang, Ir. Eko Muh widodo, MT, ketika membuka acara menyampaikan bahwa pengajian nuzulul quran tersebut menjadi penting untuk meningkatkan kualitas ibadah kita di bulan ramadhan. “Apalagi jika kita lihat tema pada pengajian kali ini, yaitu mengenai al Qur’an dan generasi milenial, dimana meraka  ini lebih sering membuka smartphonenya dibanding membuka al Qu’an,” tutur Eko.

Dr. H. Khoiruddin Bashori, M.Si, pemateri pengajian tersebut antara lain mengulas bahwa di bulan puasa ini kita harus banyak mengendalikan diri dari penggunanaan media khususnya media sosial yang banyak memunculkan status atau berita yang tidak bermanfaat bahkan dapat merusak iman kita, terlebih dengan berita provokasi politik seiring dengan maraknya pilpres 2019.

Ia memuji generasi milenial yang “melek”  teknologi melebihi generasi sebelumnya yakni orang tuanya. Mereka sangat paham dan familiar dengan smartphone termasuk hal-hal detil yang dimiliki oleh smartphone tersebut.  Di akhir pengajian Khoiruddin menutup dengan surat Al Qashas ayat 70, yaitu tentang perintah berbuat baik sebagaimana Allah berbuat baik kepada manusia.

RANGKAIAN RAMADHAN LP2SI UM MAGELANG LAUNCHING BUKU BIOGRAFI

RANGKAIAN RAMADHAN LP2SI UM MAGELANG LAUNCHING BUKU BIOGRAFI

Secara kuantitas dan kualitas KH Abu Ubaidah, salah satu tokoh besar Muhammadiyah yang sangat kondang di wilayah Kedu, sangatlah menginspirasi banyak pihak. Kisah hidupnya yang penuh dinamika baik pada era dahulu dan sekarang mendorong Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Studi Islam (LP2SI) UMMagelang mengadakan Launching Buku Biografi KH Abu Ubaidah, Sabtu 26/5.

Acara yang diadakan di Aula Gedung Rerktorat Lantai 3 itu mengupas tuntas buku biografi “Mbah Abu KH Abu Ubaidah, Pejuang ‘Nekat Fii Sabilillah’ yang ditulis oleh Zuhron Arofi dan tim LP2SI.  Kegiatan tersebut menurut ketua LP2SI Tohirin, merupakan salah satu rangkaian Ramadhan di Kampus tahun 2018.

Buku setebal 148 halaman yang diterbitkan oleh Unimma Press itu mengupas tuntas kehidupan Abu Ubaidah yang lebih dikenal sebagai Mbah Abu dari berbagai sisi. Mbah Abu yang lahir 80 tahun lalu atau tepatnya tanggal 16 Juni 1938 itu merupakan sosok yang pengabdian dan ketokohannya di Muhammadiyah tidaklah diragukan.

Eko Muh Widodo MT, Rektor UM Magelang yang juga menjadi  peserta acara launching tersebut mengungkapkan, ia  bertemu pertama kali dengan Mbah Abu tahun 1981 saat dirinya menjadi pengurus IPM di SMAN 1 Muntilan  dimana Mbah Abu sebagai pembina IPM. Pertemuan berikutnya saat Eko menjadi mahasiswa di FT UM Magelang dimana Mbah Abu menjadi dosen mata kuliah Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK). Setelah menjadi Rektor, Eko sering berdiskusi dengan Mbah Abu yang banyak memberikan inspirasi dan ide yang berani. “Berkat ide dari Mbah Abu, UMMagelang bisa membangun gedung dan fasilitas lain yang ada saat ini,  termasuk masjid UMMagelang yang tengah dibangun,” ujar Eko.

Dalam acara yang dikemas dalam bentuk diskusi itu, sisi kehidupan Mbah Abu dikupas, baik sisi pribadi maupun organisasi.  Selain sebagai tokoh Muhammadiyah, bapak empat anak itu dikenal pula sebagai maestro pendidikan yang berhasil mendirikan SMA Muhammadiyah 1 Kota Magelang serta SD Mutual yang kini menjadi sekolah bonafid di Magelang,  disamping 10 sekolah lain yang dibidani olehnya. Mbah Abu juga merupakan founding father Partai Amanat Nasional (PAN) di Kota Magelang.

Disamping dihadiri keluarga besar Mbah Abu, panitia juga mengundang pihak yang pernah berinteraksi dengan Mbah Abu dan memberikan testimoni dalam buku tersebut. Selain itu juga pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa UMMagelang serta pengurus PDM dan PDA Kota dan Kabupaten Magelang memenuhi ruangan aula.

Zuhron berharap buku tersebut dapat menjadi pemicu awal untuk menerbitkan biografi tentang  tokoh lokal hebat yang pantas dicatat dalam sejarah agar menjadi pelajaran bagi generasi pejuang di masa yang akan datang.

HUMAS