Pelepasan Purna Tugas Dosen Dan Tenaga Didik UMMagelang

Pelepasan Purna Tugas Dosen Dan Tenaga Didik UMMagelang

Universitas Muhammadiyah Magelang, Jum’at 4 Oktober 2019 menggelar Acara Pengajian dan Pelepasan Purna Tugas di aula rektorat kampus 2 UMMagelang Jalan Mayjend Bambang Soegeng KM 5 Mertoyudan. Acara yang berlangsung dari jam 09.00 s/d 11.30 dihadiri oleh Rektor,  Badan Pengurus Harian, serta Dosen dan Karyawan di UMMagelang.

Acara dibuka Oleh Rektor, Ir. Eko Muh Widodo, MT. dalam sambutanya Eko mengucapkan selamat dan terimakasih kepada dosen dan tenaga kependidikan yang telah memasuki masa purna tugas atas dedikasi dan pengabdianya untuk membesarkan dan mengharumkan Universitas Muhammadiyah Magelang.

Eko menambahkan “Memang Agna Susila, SH.,M.Hum dan Sugeng Riyadi akan purna tugas dari UMMagelang, hal tersebut tidak akan menyurutkan perjuangan mereka dalam membawa nama baik kampus UMMagelang”

Drs. Muljono, MM dalam sambutanya mewakili Badan Pengurus Harian menuturkan jika diantara dua purna tugas yaitu Sugeng Riyadi sesuai dengan kebijakan kampus mengalami purna tugas dini karena kesehatan beliau yang terganggu dengan adanya purna tugas ini harapanya agar lebih konsentrasi terhadap kesembuhanya.

Dalam sambutan Dosen dan tenaga didik purna tugas yang diwakili oleh Agna Susila, SH.,M.Hum. “Saya ucapkan terimakasih kepada pimpinan kampus selama 30 tahun saya diberi amanah untuk mengabdi di UMMagelang sehingga banyak pelajaran yang dapat saya petik, selama itu pula saya banyak salah baik sengaja ataupun tidak saya mohon maaf setulusnya,” ujarnya.

Acara dilanjutkan kembali dengan pemberian tali asih kepada Dosen dan tenaga didik purna tugas kemudian ditutup dengan tausiyah yang dibawakan oleh Drs. Nasirudin, M.A. Selamat menikmati masa pensiun, semoga Allah SWT senantiasa mencurahkan nikmat kesehatan, kebahagiaan.

HUMAS

TINGKATKAN KUALITAS, DOSEN UM MAGELANG IKUTI LOKARYA “PEKERTI”

Dosen merupakan jiwa dari perguruan tinggi, sedangkan akreditasi merupakan nyawa dari perguruan tinggi. Mutu pembelajaran di perguruan tinggi ditentukan oleh dosen, Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan strategi pembelajarannya. Adapun indikator mutu perguruan tinggi ditentukan oleh lulusan yang faktor pengungkitnya adalah dosen. Oleh sebab itu dosen harus bermutu yang didapat dari pengalaman hidupnya, interaksi sosial serta jenjangan pendidikan dari S1, S2, dan S3.

Hal tersebut disampaikan oleh Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah Prof. Dr. DYP Sugiharto M.Pd, Kons saat penjadi pemateri dalam acara Lokakarya Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (Pekerti) di UM Magelang, Senin 21/8. DYP dengan materi berjudul Strategi Peningkatan Kualitas Pendidikan Tinggi dan Kebijakan Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah menjadi salah satu penyaji dalam acara yang diadakan kerjasama UM Magelang dengan Kopertis VI Jawa Tengah hingga tanggal 25 Agustus mendatang.

Selain DYP, lima penyaji lainnya akan menjadi nara sumber dalam acara tersebut. Mereka adalah Prof. Dr. Sisunandar M.Pd, Dr. Listyaning Sumardiyani, M.Hum, Wawan Laksito M.Kom, Dr, Peni Pujiastuti M,Si, serta Dr. Katharina Ruspita, M.Pd.

DYP berpesan kepada seluruh peserta lokakarya agar mengikuti acara hingga selesai karena sertifikat peserta berlaku secara nasional termasuk digunakan untuk pengajuan sertifikasi dosen. Berkaitan dengan akreditasi, DYP selaku Koordinator Kopertis menyampaikan bahwa akreditasi ulang harus dilakukan enam bulan sebelum batas waktu habis sehingga akreditasi tidak kadaluarsa.

“Selain itu, dengan adanya Sistem Informasi Jabatan Fungsional Go Online (SIJAGO)   yang telah dilaunching Kopertis VI beberapa waktu lalu, pengajuan jabatan fungsional dosen tidak perlu dilakukan secara konvesional dengan menyetor borang kelengkapan ke Kopertis, tapi cukup dengan mengisi secara online sehingga data dapat terdokumentasi lebih ringkas, “ ungkap DYP.

Rektor UM Magelang Ir, Eko Muh Widodo MT dalam sambutannya mengatakan bahwa UM Magelang memiliki tiga fokus kegiatan yakni penguatan kelembagaan, Catur Dharma Perguruan Tinggi, serta Pengembangan Kemahasiswaan. “Penguatan kelembagaan dilakukan pada lingkup program studi, LP3M, serta perpustakaan. Satu prodi UM Magelang yakni Hukum Ekonomi Syariah telah terakreditasi A. Kami targetkan tiga hingga empat prodi lainnya juga akan segera menyusul, “ ungkap Rektor. Rektor juga menyampaikan bahwa tahun ini Pengabdian pada Masyarakat UM Magelang berhasil masuk klaster sangat bagus dan menduduki rangking 40 tingkat nasional serta rangking 2 PTM se-Indonesia.

Lokakarya Pekerti diikuti oleh 55 dosen yang terdiri dari 37 dosen UM Magelang dan 18 dosen dari PT di wilayah Jawa Tengah. (Humas)

TELITI PERAN SPIRITUALITAS TERHADAP KINERJA GURU, IMRON RAIH GELAR DOKTOR DENGAN IPK 3,88

Isu-isu spiritual telah menarik perhatian para pegiat penelitian dalam bidang psikologi. Dalam pengembangan organisasi, spiritualitas dianggap bermanfaat terhadap pemberdayaan organisasi karena dipandang sebagai penyebab terhadap prevalensi tingkat komitmen di tempat kerja dan memiliki hubungan yang menarik terhadap psychological capital atau modal psikologi.

Semakin tinggi tingkat spiritualitas maka semakin tinggi psychological capital  yang dimiliki seseorang. Spiritualitas dianggap sebagai sarana untuk meningkatkan integritas, motivasi, dan kepuasan kerja, selain juga dapat memberikan kontribusi dalam keberhasilan bekerja. Seseorang yang dibimbing dengan spiritualitas akan menghasilkan kebiasaan moral  dan yang baik serta menghantarkannya menjadi jujur, loyal, serta dapat dipercaya dan mempunyai integritas.

Kesimpulan tersebut disampaikan oleh Imron, dosen FAI UM Magelang  saat menyampaikan disertasinya berjudul “Peran Spiritulaitas terhadap Kinerja Guru Dilihat dari Komitmen Organisasi, Modal Psikologis, dan Perilaku Kewargaorganisasian”  dalam Ujian  Promosi Doktor Psikologi Pendidikan  Islam Program Pasca Sarjana UMY, Kamis 18/5 di Gedung Pascasarjana UMY.

Imron menyampaikan, penelitiannya merupakan penelitian kombinasi antara kualitatif dan kuantitatif atau dikenal dengan mixed methods. “Adapun  populasi penelitian dilakukan terhadap 345  populasi guru  dengan sampel 171 guru SMP Muhammadiyah di Kabupaten Magelang,” ujar Imron. Dosen FAI UM Magelang itu mengatakan,  teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling  dengan teknik pengumpulan data menggunakan skala.

Prof. Dr. Yunahar Ilyas Lc, MA dan Dr. Khoirudin Bashori M.Si  merupakan Promotor I dan II selama disertasi dilakukan. Melalui disertasinya tersebut, Imron  berhasil lulus dengan IPK 3,88. Dalam sidang  terbuka yang diketuai oleh Prof. Tulus Warsito dengan tujuh anggota  penguji tersebut, Imron dinyatakan lulus dengan predikat Cum Laude.

Rektor UM Magelang, Ir. Eko Muh Widodo MT yang hadir pada acara sidang terbuka tersebut menyatakan turut berbahagia atas gelar yang diperoleh oleh Dr. Imron MA sehingga dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas SDM UM Magelang. “Dr. Imron MA merupakan doktor ke-12 di UM Magelang dan jumlah tersebut akan terus bertambah dalam jangka waktu dekat ,” ungkapnya. (Humas – Yudia)