MAHASISWA FIKES UM MAGELANG TELITI COCOR BEBEK SEBAGAI OBAT BISUL

Daun cocor bebek (Bryophyllum pinnatum) ternyata dapat digunakan untuk mengobati bisul. Hanya saja belum banyak produk sediaan obat yang mengandung ekstrak daun cocor bebek yang banyak tumbuh liar di pinggir parit ini.Untuk membuktikan pemanfaatan daun cocor bebek sebagai obat bisul dalam bentuk salep, lima mahasiswa Fikes UM Magelang mengadakan penelitian di laboratorium Fikes UM Magelang.

Penelitian tersebut kemudian dituangkan dalam proposal PKM Penelitian yang berjudul “Inovasi Salep Ekstrak Cobek (Cocor Bebek) Sebagai Obat Bisul” yang menjadi salah satu proposal yang lolos PKM-P Dikti Tahun 2017. Proposal tersebut mendapatkan dana penelitian senilai 10 juta.

Kelima mahasiswa yang melakukan kegiatan penelitian itu adalah Rani Okta Friliana, Eko Nurhidayah, Zulda Sarah Kusumawati, Annisa Fitri dan Rizki Setyo Dwipasari dengan melakukan penelitian untuk  menguji efektivitas salep ekstrak daun cocor bebek sebagai obat bisul dan menentukan konsentrasi ekstrak daun cocor bebek dalam salep yang efektif sebagai obat bisul.

Rani, ketua tim mengungkapkan, penelitian ini menggunakan metode ekstraksi dengan desain penelitian eksperimental. “Untuk dapat melakukan penelitian, sebelumnya harus dilakukan identifikasi tanaman dan pembuatan salep dari ekstrak daun cocor bebek ini,” jelasnya. Dengan mengetahui konsentrasi ekstrak pengujian, Rani dan keempat anggota timnya melakukan uji antibakteri dengan media cawan petri dan metode sumuran untuk mengetahui daya hambat salep terhadap bakteri.

Heni Lutfiyati, M.Sc.,Ap, dosen pembimbing penelitian tersebut mengatakan, output dari penelitian ini adalah dihasilkan salep ekstrak daun cocor bebek yang dapat menyembuhkan penyakit bisul. Kegiatan ini, kata Heni,  diharapkan dapat meningkatkan kreativitas mahasiswa UM Magelang khususnya mahasiswa Ilmu Kesehatan untuk lebih mempelajari tentang pemanfaatan tanaman herbal. Selain itu mahasiswa ilmu kesehatan  diharapkan memiliki kesempatan dan kemampuan yang lebih untuk melakukan penelitian ilmiah tentang tanaman herbal dibanding mahasiswa lainnya. (Humas – Yudia)