Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-74 tahun, Milad Universitas Muhammadiyah Magelang (UMMagelang) yang ke-55 tahun, dan juga Reuni Akbar Lintas Angkatan, UMMagelang bersama dengan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UMMagelang menggelar ‘Nikah Bareng Agustusan’ yang bertajuk Merajut Cinta di 74 Tahun Indonesia Merdeka. Acara yang dilaksanakan pada Selasa (06/08) di Kampus 2 UMMagelang bertujuan untuk mewujudkan pasangan sakinah, sejahtera membawa kedamaian dan keberkahan untuk Indonesia sesuai dengan tata kehidupan dan penghidupan masyarakat ber-Pancasila dilandasi cinta Illahi dan juga wujud mensyukuri 74 tahun Indonesia merdeka.

Drs. Isa Ashari, MM, Ketua IKA UMMagelang menyampaikan jika sampai sekarang masih banyak yang belum sadar akan betapa pentingnya suatu ikatan pernikahan. “Padahal pernikahan itu adalah misaqan gholidan suatu janji suci dan sakral kepada Allah SWT dan sah dicatatkan di sipil,” ujar Isa. Dalam event yang diikuti oleh 17 pasang pengantin tersebut, Isa menyebutkan, pasangan pengantin tidak hanya berasal dari wilayah Magelang saja, melainkan ada yang berasal dari Kebumen, Kalimantan, Sragen, Semarang, Purworejo, Grobogan dan juga Yogyakarta. “Acara ini bersifat terbuka dan mendapat fasilitas gratis dari biaya nikah, mahar, bingkisan, busana dan tata rias, cincin nikah, dekorasi, dokumentasi, buku tabungan hingga berbulan madu di hotel berbintang di Magelang,” ungkapnya.

Sementara itu, Ir. Eko Muh Widodo, MT, Rektor UMMagelang dalam sambutannya mengapresiasi event yang digelar oleh panitia bekerja sama dengan FORTAIS (Forum Ta’aruf Indonesia) dan Paguyuban HARPI Melati Magelang tersebut. “Saya ucapkan terima kasih kepada semua panitia yang terlibat dan juga stakeholder yang telah membantu mensukseskan event ini. Nikah Bareng Agustusan ini selain ikut memeriahkan Milad ke-55 UMMagelang, juga untuk membantu meringankan mereka yang tidak mampu untuk menjalankan sunnah rasul yaitu menikah,” ujar Rektor.

Yang menarik pada kesempatan Nikah Bareng Agustusan kali ini ialah mahar ijab qobul berupa bendera Merah Putih dan pengucapan teks proklamasi. Selain itu, yang membuat berbeda dari acara nikah bareng pada umumnya dan merupakan yang pertama di dunia adalah prosesi akad nikah yang dilaksanakan di  wall climbing dan beberapa venue lainnya seperti laboratorium farmasi UMMagelang, studio Radio UNIMMA, dan Crane Bengkel Otomotif UMMagelang. Prosesi diawali dengan  kirab 17 pengantin dengan cucuk lampah Resimen Mahasiswa (Menwa) UMMagelang dilanjutkan dengan prosesi melepaskan 55 burung emprit sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan bebas status kejombloan serta melepas balon merah putih disertai tulisan cita-cita para pengantin.

Ijab Qobul dipandu oleh Kepala KUA Mertoyudan Mustaqim, S.H.I. dengan khutbah nikah dari Perwakilan Komandan Kodim 0705/ Magelang, Mayor Joko Nugroho dan doa oleh Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Magelang, Drs. H. Mad Sabitul Wafa dengan saksi-saksi nikah: Waka Polres Kabupaten dan Kota Magelang, perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota dan Kabupaten Magelang.

Share This

Share this post with your friends!

Share This

Share this post with your friends!