MELALUI PKM, MAHASISWA OTOMOTIF UMMAGELANG BERHASIL KEMBANGKAN PROTOTIPE THERMO-ELECTRIC UNTUK PENDINGINAN KABIN MOBIL

WhatsApp Image 2018-07-07 at 10.33.37

Tim PKM Penelitian dari prodi otomotif Universitas Muhammadiyah Magelang yang terdiri dari Gaga Putra Setiawan, Ovi Barkah Lukmana, dan David Prayogo berhasil melakukan ujicoba prototipe thermo-electric untuk mendinginkan kabin mobil. Tim PKM-P tersebut dibimbing oleh Dr. Muji Setiyo, MT dari Prodi Otomotif dan berhasil medapatkan dana PKM bersama 40 proposal PKM lainnya dari UMMagelang.

Gaga, ketua tim mengatakan, ide mengembangkan prototipe thermo-electric untuk mendinginkan kabin mobil tersebut berasal dari fenomena temperatur berlebihan dalam kabin mobil selama parkir dibawah sinar matahari yang dapat mencapai 70 oC. Kondisi tersebut telah menjadi kekhawatiran banyak peneliti karena mempercepat kerusakan kompartemen interior mobil dan menambah beban AC saat pertama kali dihidupkan. Lebih dari itu, temperatur berlebihan dalam mobil juga berbahaya terhadap kesehatan.

Oleh karena itu,  lanjut Gaga, “Penelitian ini mengembangkan prototipe pendingin kabin mobil alternatif dengan thermo-electric yang didukung oleh sel surya. Prototipe sistem pendingin berbasis thermo-electric dibuat menggunakan 2 buah TEC tipe TEC1-12706,”

Studi eksperimental dilakukan di sebuah mobil penumpang Hyundai Atoz. Sebuah thermo-electric dirakit dan ditempatkan dalam bagasi belakang dengan sumber energi yang disuplai dari panel surya yang ditempatkan di atap kabin. Heatsink dan fan dipasang pada bagian sisi dingin dan panas dengan menggunakan pasta sebagai perekat sekaligus media perambatan panas. Heatsink bagian sisi panas ukurannya lebih besar dari pada sisi dingin, diharapkan dapat lebih cepat menyerap panas yang dikeluarkan oleh thermo-electric, panas yang diserap akan dibuang oleh fan.

Heatsink extrude dipilih karena memiliki kinerja lebih baik daripada model heatsink slot. Penggunaan kipas untuk membuang panas pada heatsink sisi panas dan dingin pada sisi dingin TEC. Isolator yang digunakan berbahan styrofoam, penggunaan isolator ini untuk mengurangi perambatan panas antara sisi dingin dan panas pada dinding.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, sistem pendingin kabin dengan thermo-electric bersumber daya dari solar cell mampu menurunkan temperatur kabin rata rata sebesar 10 oC dengan pendinginan yang dibangkitkan thermo-electric sebesar 339 Watt. “Hasil pengujian prototipe ini menunjukkan bahwa sistem pendingin kabin dengan thermo-electric sangat menjanjikan untuk menurunkan temperatur berlebih dalam kabin mobil saat parkir dibawah sinar matahari secara langsung, sehingga kerusakan kompartemen interior mobil dapat dikurangi,” pungkas Gaga.

HUMAS

 

Leave us a Comment