LOLOS PKM DIKTI, MAHASISWA UM MAGELANG ADAKAN PELATIHAN PEMBUATAN PASTA GIGI

Setelah berhasil lolos dalam seleksi Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M) Dikti, lima mahasiswa UM Magelang yang mengajukan proposal PKM-M berjudul Pelatihan Pembuatan Pasta Gigi Herbal “Lime Kagi” Penghilang Karang Gigi Dusun Kwilet, Ketunggeng merealisasikan kegiatan di dusun itu . PKM-M merupakan program kreativitas mahasiswa yang membidangi kemasyarakatan yang bertujuan untuk melatih jiwa sosial mahasiswa terhadap masyarakat serta lingkungannya.

Kelima mahasiswa tersebut terdiri dari empat mahasiswa PGSD FKIP yakni Fajar Ardi Saputra, Sekar Mutia Ningrum, Evti Riskina, Namitawati, serta satu mahasiswa S1 Keperawatan Fikes yakni Ardina Septadilsa. Dibawah bimbingan Galih Istiningsih M.Pd, mereka berhasil mendapatkan dana senilai 10 juta rupiah dari Dikti. Galih mengatakan, dana itu digunakan untuk melakukan empat kegiatan pelatihan pembuatan pasta gigi di Desa Kliwet yakni pre test dan Kajian Sosialisasi Bahaya Karang Gigi , Kajian Sosialisasi Perijinan Industri Rumah Tangga (IRT), Demontrasi Pembuatan Pasta Gigi, serta Post test PKM-M.

Kajian Sosialisasi Bahaya Karang Gigi yang disampaikan oleh dr. Delma Anggini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, wawasan serta menumbuhkan motivasi kepada warga dusun Kwilet agar mengetahui tentang cara memanfaatkan jeruk nipis selain untuk bumbu dapur saja. Selain itu juga untuk memberikan ketrampilan kepada warga dusun Kwilet untuk membuat pasta gigi dari jeruk. Sebelumnya mereka diberikan pre test. Dari pretest yang dilakukan diketahui bahwa sebagian besar warga belum mengetahui bahaya karang gigi serta manfaat lain dari jeruk nipis. Warga Dusun Kwilet antusias dalam mengikuti sosialisasi yang berhasil mendirikan satu komunitas warga “Gigi Sehat Anti Karang Gigi” tersebut.

Adapun Sosialisasi Kajian tentang Perijinan IRT oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang antara lain menyampaikan materi tentang cara mendapatkan ijin BPOM untuk memasarkan produk, termasuk produk pasta gigi yang dibuat dalam skala IRT.

Kegiatan ketiga adalah demonstrasi mengenai cara pembuatan pasta gigi “Lime Kagi” yang bermakna lemon untuk mencegah karang gigi. Kelima mahasiswa mendemontrasikan proses pembuatan pasta gigi “Lime Kagi” dihadapan ratusan warga yang antusias mengikuti kegiatan tersebut. “Bahan-bahan yang dipakai untuk membuat pasta gigi herbal diantaranya jeruk nipis sebagai bahan utama, baking soda, garam halus, peppermint, dan CMCNa, “ jelas Fajar Adi Saputra ketua kelompok PKM-M. Usai tim melakukan demo, warga mendapat giliran membuat pasta gigi “Dari apa yang dipraktekkan, dapat dilihat bahwa warga memahami apa yang didemokan oleh tim,” tandas Fajar.

Acara pengabdian diakhiri dengan melakukan post test. Dalam kegiatan tersebut juga diadakan diskusi dengan warga tentang hasil perbandingan antara hasil pre test dan post test. Kesimpulan dari hasil post test yakni warga sudah mengetahui dan siap untuk membuat pasta gigi “Lime Kagi” sebagai produk IRT. Mereka juga berpendapat bahwa gigi mereka sudah lumayan bersih selama pemakaian pasta gigi “Lime Kagi”.

Galih mengatakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan PKM-M yang telah dilakukan tersebut dipresentasikan dihadapan tim dari Dikti hari Rabu (29/6). Presentasi itu bertujuan untuk memaparkan 80% laporan kemajuan dalam pelatihan pasta gigi “Lime Kagi” yang telah dilakukan berupa sosialisasi bahaya dan akibat karang gigi, pelatihan cara membuat gigi “Lime Kagi” serta perkembangan komunitas Gigi Sehat Anti Karang Gigi.(YUDIA-HUMAS)

Leave us a Comment