KKN UMMAGELANG BANTU OPTIMALKAN POTENSI WISATA

IMG_5661

Kabupaten Magelang memiliki tiga potensi unggulan, yakni pertanian, industri, dan  pariwisata.  Ketiga  sektor tersebut saling menguatkan dan mendukung, sehingga muncul sektor agro wisata  juga industri wisata. Saat ini Kabupaten Magelang tengah gencar mengembangkan kawasan wisata, seperti misalnya wisata religi di Masjid An Nur Sawitan yang akan dijadikan Islamic Center. Selain itu juga rencana pembuatan Taman Anggrek di area Candi Mendut, serta alun-alun mini di Lapangan Soepardi Magelang, termasuk juga menganggarkan dana 10 milyar untuk obyek wisata  Kali Bening.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bappeda  dan Litbangda Kabupaten Magelang, Drs. Sugiyono, M.Si saat menjadi pemateri dalam Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Angkatan 46 UMMagelang, Kamis 26/7 di Auditorium Kampus 1 UMMagelang. Ia juga mengapresiasi UMMagelang yang mengangkat tema KKN Optimalisasi Pariwisata di Wilayah Magelang sebagai Pendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) . “Hal tersebut sejalan dengan misi Kabupaten Magelang  dalam  meningkatkan potensi pariwisata,” tegas Sugiyono.

Dalam pembekalan KKN yang dibuka oleh Rektor UMMagelang Ir. Eko Muh Widodo MT  itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP3M) UMMagelang, Dr. Heni Setyowati ER, S.Kp,M.Kes melaporkan, KKN tematik angkatan 46 kali ini masih sama dengan angkatan sebelumnya karena pariwisata merupakan penyumbang devisa kedua terbesar di Indonesia setelah sawit. “Hal tersebut mendorong  LP3M UMMagelang untuk bersinergi dengan beberapa pihak terkait baik di Kota dan Kabupaten Magelang untuk mengoptimalkan kegiatan KKN bertema pariwisata, diantaranya Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup, dan Disperindag dan UKM Magelang, ” ujar Heni.

Lebih lanjut ia mengatakan, KKN kali ini  diikuti oleh 642 mahasiswa yang terbagi dalam  471 peserta KKN reguler dan 171 peserta KKN paralel. Mereka, kata Heni, terbagi dalam 64 kelompok dengan 25 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dimana masing-masing DPL mengampu 2 sampai 3 kelompok. “Peserta KKN reguler ditempatkan di Kecamatan Mertoyudan, Srumbung, Kaliangkrik, dan Windusari. Adapun KKN paralel ditempatkan di Kecamatan Magelang Utara, Magelang Tengah, dan Magelang Selatan,” papar Heni.

Setelah pembekalan KKN yang diadakan selama dua hari (Kamis dan Jumat 26-27/7), berikutnya peserta KKN akan melakukan survey ke lokasi KKN, presentasi Laporan Rencana Kegiatan (LRK), serta melakukan kegiatan KKN mulai tanggal 15 Agustus hingga 15 September mendatang.

 

HUMAS

Leave us a Comment