Untuk memberdayakan metode pembelajaran melalui e-learning secara sistemik, UM Magelang mengadakan Pelatihan Implementasi e-learning bagi dosen di lingkungan UM Magelang dengan dua tahap. Tahap pertama diadakan Selasa 29/9 di Kampus 2 Mertoyudan dan tahap kedua diadakan Kamis 1/10 di Kampus 1 Jalan Tidar Magelang.

Kanthi Pamungkas Sari M.Pd, ketua panitia mengatakan, secara keseluruhan sebanyak 38 dosen mengikuti kegiatan tersebut. Pada tahap I diikuti 23 dosen dan tahap II diikuti 15 dosen. Ia menyampaikan, penggunaan Teknologi Informasi (TI) untuk pembelajaran saat ini bukan hanya sekedar prestise tetapi sudah merupakan kebutuhan bagi sebuah institusi pendidikan. Penggunaan TI sebagai sarana pembelajaran dikenal dengan istilah e-learning. Keuntungan dari e-learning, lanjut Kanthi, diantaranya dapat digunakan sebagai media pembelajaran jarak jauh.

Sebanyak tiga orang dosen Teknik Informatika FT UM Magelang menjadi pemateri. Mereka adalah Mukhtar Hanafi M.Cs yang juga menjabat Kepala Biro TIK UM   Magelang, Andi Widiyanto M.Kom (Kaprodi TI D3 FT UM Magelang) dan R. Arry Widyanto M.Kom (Kepala Pusat Komputer).

Salah satu pemateri, Mukhtar Hanafi dalam materinya bertema “e-Learning Menggunakan Belajarol.ummgl.ac.id” antara lain memaparkan, data-data yang digunakan pada e-learning diantaranya data mata kuliah, data dosen, data KRS, dan data perkuliahan.

Mukhtar menambahkan, beberapa manfaat aktif dengan e-learning diantaranya sebagai inovasi tambahan untuk perkuliahan, membiasakan menggunakan sarana IT serta dapat menambah nilai akreditasi prodi dan institusi. “E-learning juga akan bermanfaat pada peningkatan jumlah akses ke website UM Magelang yakni www.ummgl.ac.id, serta meningkatkan reputasi TI bagi UM Magelang,” katanya.

Melalui pelatihan tersebut Kanthi berharap dapat meningkatkan standar mutu pembelajaran, selain juga untuk memanfaatkan secara efektif fasilitas TI yang ada di UM Magelang. “Indikator capaian dari kegiatan tersebut adalah setiap peserta dapat mengoperasikan sistem e-learning untuk menunjang proses belajar mengajar,” pungkasnya.(RIFA’I-HUMAS)