Petani Tembakau Lombok Dukung Kenaikan Cukai Rokok: Harapan Baru pada Pemerintahan Jokowi Jilid II

Indonesia merupakan negara produsen tembakau nomor 5 di dunia setelah negara Tiongkok, Brasil, India dan Amerika Serikat dengan total produksi  135.678 Ton atau sekitar 1,9% dari total produksi tembakau di dunia. Sedangkan produksi keempat negara penghasil tembakau di dunia mencapai total 4,8 Juta Ton atau sekitar 68, 4 % dari total produksi tembakau dunia. Pada tahun 2012 produksi tembakau empat negara diatas mengalami penurunan menjadi 70% dari produksi tembakau dunia.

Sedangkan propinsi penghasil tembakau di Indonesia adalah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Nusa tenggara Barat dengan luas lahan sekitar 206,2 ribu hektar atau 90% dari total luas lahan tembakau di Indonesia.  Secara umum melihat produksi tembakau Indonesia tentunya harus seimbang dengan kesejahteraan petani tembakau yang ada. Hal ini akan sangat berbanding terbalik juga  dengan pencapaian industri tembakau. Hal inilah yang selalu menjadi pertanyaan besar kenapa Indonesia sebagai salah satu negara yang menjadi produksi tembakau  belum seimbang dengan kesejahteraan petani tembakaunya. Ada tiga hal mendasar yang menjadi permasalahan petani tembakau yang di hadapi saat ini yaitu :

  1. Cuaca yang tidak menentu dimana perubahan cuaca yang tidak menentu ini berdampak buruk bagi pertanian tembakau
  2. Monopoli harga tembakau yang dilakuan oleh industri rokok dimana selama ini tidak ada kontrol harga dari tembakau dan semua tergantung dari pabrikan rokok
  3. Sistem tata niaga tembakau yang timpang, perlu kita ketahui selama ini sistim tata niaga dalam pertembakauan sangat merugikan petani tembakau. Petani tidak ada daya bargaining yang kuat dan mekanisme sangat ditentukan para midleman atau tengkulak dan pabrikan rokok.

Presiden Jokowi baru saja mengumumkan bahwa tahun 2020 cukai rokok akan naik 23%. salah satu alasan yang kuat kenaikan cukai rokok adalah untuk mengendalikan konsumsi perokok di Indonesia khususnya perokok pemula yang sangat tinggi angkanya dan sangat mengkawatirkan dan selalu meningkat dari tahun ketahun.

Hasil diskusi bersama Petani tembakau di Lombok  ada beberapa poin  terkait dengan  Kebijakan menaikkan cukai rokok dimana secara umum petani tembakau Lombok mendukung kebijakan pemerintah dalam menaikkan cuka tembakau dengan harapan segera diikuti dengan kebijakan antara lain :

  1. Pemerintah pusat harus menekan impor tembakau dari luar negeri yang selama ini mencapai 40% dan memberi porsi penyerapan yang maksimal untuk tembakau nasional.
  1. Pemerintah memberi skema baru diversifikasi pertanian dari dana bagi hasil cukai tembakau kepada petani tembakau untuk peningkatan kesejahteraan petani tembakau lewat peningkatan kualitas tembakau maupun dalam usaha diversifikasi usaha bagi petani tembakau dalam peningkatan kesejahteraan hidup. Perlu usaha alternative tanaman lain serta usaha produktif yang meningkatkan kesejahteraan petani tembakau mengingat masa tanam tembakau adalah hanya 6 bulan dan masih ada 6 bulan dalam setahun petani tembakau harus memanfaatkan lahan secara optimal

Diskusi bersama antara petani, akademisi , praktisi dan media ini merangkum berbagai permasalan dasar petani tembakau di Lombok untuk menjadi bahan masukan pemerintah pusat dan daerah serta mencari solusi  pemecahan permasalahan yang dihadapi oleh petani tembakau khususnya di lombok. Sangat mendesak kiranya perlu di gagas inisiasi pembentukan forum petani tembakau maupun mantan petani tembakau untuk saling berbagi keberhasilan dan menguatkan jaringan dalam usaha bersama sama meningkatkan kesejahteraan petani tembakau dan petani lainnya. Hasil dari workshop ioni akhir nya secara aklamasi petani tembakau perwakilan dari Lombok yang hadir sepakat membentuk  Forum petani multikultur yang harapannya bisa menjembatani proses transisi para petani tembakau untuk menjadi petani merdeka  lebih kreatif dalam diversifikasi usaha pertanian maupun usaha produktif lainnya.

 

Mataram, 11 November 2019

Forum Petani  Multikultur Lombok

Bp. Senang Haris Petani Tembakau Lombok Tengah

Launching Gerakan Promosi Kampus “Promosi untuk Semesta”

Launching Gerakan Promosi Kampus “Promosi untuk Semesta”

Sebelum resmi membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2020/2021 yang dimulai 06 Januari-15 September 2020, Universitas Muhammadiyah Magelang (UMMagelang) melaunching icon PMB. Kegiatan Launching ‘Gerakan Promosi Kampus’ ini  dibuka secara langsung oleh Rektor UMMagelang, Ir. Eko Muh Widodo, MT di aula Fakultas Ilmu Kesehatan (15/11/2019).

Turut hadir para BPH, Wakil Rektor, Dekan, Dosen serta seluruh staf dan karyawan UMMagelang untuk menyaksikan pembukaan tersebut. Ir. Eko Muh Widodo, MT menuturkan bahwa promosi ini harus dilakukan oleh semua elemen kampus.

“Promosi bukanlah tugas dari beberapa biro saja. Tapi promosi adalah tugas kita semua,” ujarnya saat membuka lounching.

Harapan dari launching ini adalah menumbuhkan kesadaran dan semangat semua civitas akademika UMMagelang mulai dari dekan, dosen, karyawan, dan staf untuk merasa memiliki UMMagelang dan merasa bahwa dirinya merupakan tim promosi UMMagelang.

Dalam launching tersebut, ditampilkan beberapa poster, leaflet, dan video teaser PMB yang nantinya akan diguanakan dalam kegiatan promosi UMMagelang.

Informasi lainnya, rektor UMMagelang menyampaikan bahwa UMMagelang membuka kuota mahasiswa baru sebanyak 1.600 mahasiswa.

Selain launching, acara lain adalah pengajian bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Magelang dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad saw. Pengajian disampaikan oleh Ustadz Drs. H. Jumari Al-Ngluwari, Ketua PDM Kabupaten Magelang.

HUMAS

KONTINGEN BULUTANGKIS UMMAGELANG JUARA 1 PIALA KOPERTIS

KONTINGEN BULUTANGKIS UMMAGELANG JUARA 1 PIALA KOPERTIS

Kontingen Bulutangkis Universitas Muhammadiyah Magelang (UMMagelang) berhasil menjadi juara pertama Piala Kopertis dalam Invitasi Olahraga Antar Perguruan Tinggi Swasta se-Jawa Tengah 2019. Perlombaan ini diadakan pada tanggal 1-3 November 2019 bertempat di Universitas Muhammadiyah Semarang.

Perlombaan ini diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Perguruan Tinggi Wilayah VI Jawa Tengah bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Semarang. Selain bulutangkis, olahraga yang dipertandingkan dalam invitasi ini adalah tenis lapangan dan tenis meja antar tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

UM Magelang mengirimkan 2 kontingen untuk cabang lomba bulutangkis dan 1 kontingen tenis lapangan. Juara pertama bulutangkis diraih oleh kontingen bulutangkis B yang diperkuat Ns. Sigit Priyanto, M. Kep., M. Atiq Noviudin Pritama, M.Pd., Nuryanto, ST., M.Kom., Joko Priyanto, dan Ahmad Andik.

Ns. Sigit Priyanto, M. Kep., ketua kontingen B mengungkapkan rasa syukur atas raihan timnya. “Alhamdulillah, kontingen UM Magelang bisa meraih juara pertama pada cabang olahraga bulutangkis. Ini semua hasil latihan dan kerja keras kami bersama,” ucap Sigit.

Selain perlombaan, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi Perguruan Tinggi Swata se-Jawa Tengah. Perlombaan ini diikuti kurang lebih 42 perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah.

HUMAS

PEMBUKAAN MUSYKOM IMM SERENTAK DAN LOUNCHING PENA IKATAN JILID 2

PEMBUKAAN MUSYKOM IMM SERENTAK DAN LOUNCHING PENA IKATAN JILID 2

Ikatan Mahasiswa Muhamamdiyah (IMM) UM Magelang  mengadakan Musyawarah Komisariat (MUSYKOM) serentak pada hari Sabtu-Minggu. Pembukaan MUSYKOM serentak ini diadakan di Aula Gedung Rektorat Kampus 3 UM Magelang yang dihadiri  beberapa pimpinan fakultas, serta Koordinator  Komisariat  dan perwakilan ormawa di  UM Magelang pada Sabtu 2/11 pagi. MUSYKOM kali ini mengusung tema “IMM Magelang: Kolaborasi untuk Aksi”.

Ketua korkom IMM 2018/2019 Immawan Khoirul Arif Setiyawan mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan terakhir Koordinator Komisariat IMM 2018/2019. Tujuan kegiatan ini untuk menfasilitasi komisariat bermusyawarah agar lebih efektif dan efesien serta sebagai ajang silaturahmi antar kader IMM dengan seluruh ormawa.

“Dengan adanya musykom ini ada tiga pesan yang disampaikan diantaranya: pilihlah ketua dengan hati nurani dan atas hasil musyawarah yang mufakat, pilihlah ketua yang sekiranya tidak grusa-grusu dalam mengambil sikap juga tidak mudah berjanji saat senang serta mudah menyumpahi saat marah, dan bila dikritik tidak tumbang dan bila di puji tidak terbang. Semoga terpilih ketua yang amanah dan tertanam dalam jiwanya nilai trilogi dan trikompetisi dasar IMM sehingga bisa membawa misi dakwah amar ma’ruf nahi munkar,” ujar Arif.

Selain pembukaan musykom serentak, panitia juga mengadakan launching buku berjudul Pena Ikatan Jilid 2 karya IMM Komisariat Ekonomi. Immmawati Angely LTS, ketua redaksi menyampaikan bahwa “Pena Ikatan merupakan buku kedua dari komisariat Ekonomi  dan Bisnis bertema Generasi Islam Akhir Zaman yang berisikan tulisan kader Ekonomi dan Bisnis serta beberapa kader ditingkat Korkom maupun Pimpinan Cabang IMM Magelang meliputi cerpen, opini, puisi dan cerita tentang pengalaman ber-IMM,” kata Angely.

Selain pembukaan dan launching buku, dalam acara tersebut juga dilakukan award bagi IMMawan dan IMMawati terbaik yang masing-masing diraih oleh IMMawan Adit dan IMMawati Angely LTS serta Komisariat terbaik yang diraih oleh Komisariat Fakultas Agama Islam.

HUMAS

Tingkatkan Performa Pengajar Anak Usia Dini: Tim Dosen Psikologi UMMgl Berikan Pelatihan

Tingkatkan Performa Pengajar Anak Usia Dini: Tim Dosen Psikologi UMMgl Berikan Pelatihan

Tim dosen Program Studi PsikologiUniversitas Muhammadiyah Magelang, yang terdiri dari Aning Az-zahra, Hermahayu, Laili Qomariyah, dan Rayinda Fauziah, memberikan pelatihan kepada guru Pendidikan anak usia dini dengan tema perkembangan anak. Pelatihan ini merupakan wujud dari salah satu dari pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian ini berlangsung 23 Agustus hingga 10 September 2019. Materi disampaikan dengan diskusi interaktif, brainstorming, penugasan, presentasi, dan evaluasi (24/8/19).

Ketua Yayasan Rumahku Tumbuh, Septi Purwandari, memaparkan staff pengajar di sekolahnya masih membutuhkan penambahan wawasan perkembangan serta tugas perkembangan anak dan problem solving. “Selama ini guru di Rumahku Tumbuh masih bingung terkait penanganan masalah-masalah di sekolah dan tugas perkembangan anak.”

Membaca hal tersebut kemudain tim dosen Prodi Psikologi UMMgl berupaya memberikan penyegaran  kepada staff pengajar TK Rumahku Tumbuh. “Melihat kebutuhan sekolah, maka kami tergerak untuk melaksanakan pelatihan di TK Rumahku Tumbuh.” papar Aning.

Salah satu peserta pelatihan, Estik Khomariyah, menurutnya setelah dilaksanakannya pelatihan menambah pengetahuan tentang tumbuh kembang anak. Ia menambahkan pula, staff pengajar Rumhaku Tumbu menjadi memiliki wawasan terkait dengan cara penanganan anak yang disesuaikan dengan usia tahap perkemabangan anak serta karakteristik anak. Diskusi interaktif yang terjadi juga memberikan solusi masalah yang selama ini dihadapi oleh pihak sekolah. “pelatihan menambah pengetahuan kami tentang tumbuh kembang anak. Kami jadi tau bagaimana menangani anak dengan perkembangan usia dan karakter yang beda-beda. Dari diskusi kami jadi menemukan solusi-solusi untuk permasalahan yang kami hadapai selama ini. ”

HUMAS

Dosen UMMagelang Latih GTT-PTT Tindakan Kelas

Dosen UMMagelang Latih GTT-PTT Tindakan Kelas

Dosen Universitas Muhammadiyah Magelang memberi pelatihan penyusuna penelitian tindakan kelas untuk Anggota Forum Tenaga Honorer GTT-PTT Kecamatan Secang. Acara ini diinisiasi oleh Athia Fidian, M.Pd, dan Agrissto Bintang AP, M.Pd. Peserta diikuti 25 guru honorer di kecamatan Secang. Pelaksanaan pelatihan telah dimulai dari bulan Juli dan diperkirakan berakhir di bulan November ini direncanakan terdiri dari 5 pertemuan formal ditambah beberapa kali pertemuan informal sebagai pendampingan. Pelatihan diselenggarakan di SDN 2 Secang.

“Tujuan kami, UM Magelang menjadi mitra yang nyata untuk guru dalam berkarya,” tegas Athia. Anggota Forum Tenaga Honorer GTT-PTT Kecamatan Secang memiliki keinginan yang kuat untuk mampu menyusun PTK. Namun demikian, keinginan tersebut terkendala dengan terbatasnya kesempatan yang diberikan kepada mereka untuk mengikuti pelatihan PTK. Sebagian besar dari mereka tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai penyusunan PTK. “Guru seharusnya meningkatkan profesionalitas melalui pengembangan diri, publikasi ilmiah maupun pengembangan karya inovatif baik guru PNS maupun Non-PNS. Jadi, mana yang bisa kami fasilitasi maupun diskusikan, mari kita lakukan bersama,” tambahnya.  

Materi yang disampaikan dalam rangkaian pelatihan ini adalah: (1) konsep PTK; (2) penyusunan latar belakang, identifikasi masalah serta perumusan topik dan masalah; (3) mencari sumber rujukan terkait topik, serta desain pelaksanaan PTK; (4) penyusunan hasil dan pembahasan; dan (5) finalisasi laporan. Pada pertengahan bulan Oktober ini telah dilaksanakan empat materi pada 4 pertemuan, serta pendampingan. Pertemuan terakhir dan produk akhir yaitu Laporan PTK diharapkan bisa selesai pada pertengahan November.

HUMAS