UMMagelang Tuan Rumah HUT KORPRI ke-48

UMMagelang Tuan Rumah HUT KORPRI ke-48

Tahun ini Universitas Muhammadiyah Magelang (UMMagelang) berkesempatan menjadi tuan rumah Peringatan HUT ke-48 KORPRI Unit LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah. Setelah sebelumnya dilaksanakan Upacara Peringatan pada 29 November 2019 di Kantor LLDIKTI Wilayah VI Semarang.

Diikuti sebanyak 643 peserta, acara ini berlangsung pada Sabtu (7/12) bertempat di Kampus 2 UMMagelang. Dalam serangkaian perayaan ini terdapat beberapa kegiatan yaitu senam pagi, sarasehan, fun game, rafting, dan pemeriksaan kesehatan.

Acara ini diawali dengan senam bersama oleh seluruh peserta di lapangan basket Kampus 2 UMMagelang, yang dilanjutkan dengan acara sarasehan. Kegiatan tersebut diadakan di Aula Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UMMagelang.

Dalam sambutannya, Rektor UMMagelang, Ir. Eko Muh Widodo, MT. mengucapkan rasa terimakasih telah diberi kepercayaan sebagai tuan rumah. “Selamat datang di Universitas Muhammadiyah Magelang. Terimakasih kami telah diberi kesempatan untuk menjadi tuan rumah dalam acara tahunan KORPRI ini. Dan kami juga memohon maaf apabila dalam serangkaian acara ini masih banyak kekurangan dari kami,” sambutnya.

Ketua Kopertis LLDIKTI Wilayah VI, Amsar, SH, MH, memberikan sambutan sekaligus membuka acara ini. “Terimakasih kepada Universitas Muhammadiyah Magelang yang telah menyediakan kami tempat dan kegiatan-kegiatan lainnya. Acara ini juga merupakan ajang bagi kita semua untuk saling bersilaturahmi,” jelasnya.

UMMagelang juga bekerja sama dengan berbagai pihak, diantaranya adalah UKM dan UMKM. “Kami juga bekerja sama dengan berbagai unit kewirausahaan baik yang dikelola oleh mahasiswa maupun UMKM yang berada disekitaran UMMagelang. Hal ini juga merupakan salah satu bentuk pengabdian kami kepada masyarakat dan juga mengenalkan produk-produk milik mahasiswa dan masyarakat,” papar Dr. Dyah Adriantini Sintha Dewi, SH., M.Hum, selaku ketua panitia.

HUMAS

Pemaparan Visi Misi Calon Rektor UM Magelang 2020-2024

Pemaparan Visi Misi Calon Rektor UM Magelang 2020-2024

Akhir tahun 2019 masa jabatan Rektor UM Magelang akan berakhir. Untuk memilih Rektor masa Jabatan 2020 – 2024 mendatang, Senat UM Magelang telah mengadakan agenda penjaringan bakal calon Rektor tanggal 25 Oktober lalu. Setelah mengadakan verifikasi kelengkapan administrasi, Senat UM Magelang menetapkan tiga bakal calon Rektor UM Magelang yakni Dr. Suliswiyadi M.Ag, Dr. Nurodin Usman, Lc, MA dan Dr. Heni Setyowati ER.,S.Kp., M.Kes. Pemaparan Visi dan Misi Bakal Calon Rektor diadakan hari Selasa 3/12 dalam agenda Rapat Terbuka Senat Universitas Muhammadiyah Magelang.

Acara yang diadakan di Aula Gedung Fikes UM Magelang itu diikuti oleh anggota senat, pengurus Badan Pembina Harian (BPH), wakil dekan, kaprodi, kepala biro, serta perwakilan mahasiswa dan berlangsung selama kurang lebih dua jam. Ir. Eko Muh Widodo MT, ketua Senat mengatakan, pada awal penjaringan cukup banyak bakal calon yang muncul, termasuk dari lingkungan eksternal kampus. “Namun setelah melalui beberapa pertimbangan akhirnya senat memutuskan untuk memilih tiga nama sebagai bakal calon rektor UM Magelang yang merupakan putra-putri terbaik serta dinilai capable dan representatif memenuhi kriteria yang telah ditetapkan,” ujar Eko saat menyampaikan sambutannya.

Dalam acara yang dipandu oleh Agus Setiawan, M.Eng., Dosen Fakultas FT yang juga anggota senat, Dr. Suliswiyadi M.Ag diberi kesempatan pertama untuk memaparkan visi misinya. Ia menyampaikan kepemimpinan eligible harus didukung oleh tiga ciri sifat kepemimpinan yang holistik dan muncul secara bersama-sama dalam sebuah karakter leadership. “Tiga ciri sifat itu adalah kepemimpinan organisasi, kepemimpinan operasional, dan kepemimpinan publik. Tiga sifat itulah yang nantinya akan kita terapkan di UM Magelang,” jelasnya

Adapun Dr. Nurodin Usman, Lc, MA memaparkan tentang penguatan hubungan antara UM Magelang dengan persyarikatan. Nurodin lebih menekankan pada kegiatan keagamaan yang tentunya melibatkan persyarikatan Muhammadiyah. Ia juga mengingatkan kepada semua yang hadir untuk berjuang di Muhammadiyah sengan ikhlas. “Kita harus selalu ingat tujuan para pendiri kita mendirikan UMMagelang. Disini bukanlah tempat untuk memperkaya diri secara materi, tapi untuk berjuang,” pesannya.

Dan penyampaian visi dan misi terakhir oleh Dr. Heni Setyowati ER.,S.Kp., M.Kes. Ia memiliki visi yaitu UM Magelang menjadi organisasi pembelajar yang unggul dan islami. “UM Magelang merupakan salah satu amal usaha Muhammadiyah yang harus selalu kita jaga dan harus selalu kita kembangkan agar UM Magelang semakin maju dan berkembang dengan mengedepankan adanya kebersamaan, saling asah asih dan asuh,” jelasnya.

Pada sesi tanya jawab bersama audiens, tiga bakal calon rektor tersebut secara bergantian menjawab pertanyaan. Masing-masing menjawab dua pertanyaan secara acak yang terdiri dari pertanyaan dari dosen, karyawan, dan pertanyaan dari para mahasiswa yang hadir.

Pada penutupan acara, Eko menyatakan bahwa siapapun yang terpilih nantinya maka harus dikawal bersama-sama. “Jabatan Rektor bukan sesuatu yang harus dikejar, tetapi merupakan amanah dari persyarikatan serta Allah Swt,” pungkasnya.

Agenda selanjutnya yakni pemilihan calon rektor dan pengiriman bakal calon Rektor ke Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM) dan pada tanggal 13 Desember mendatang.

HUMAS

UMMagelang Semarakkan Milad Muhammadiyah

UMMagelang Semarakkan Milad Muhammadiyah

Masih dalam suasana semarak Milad Muhammadiyah yang ke-107, Universitas Muhammadiyah Magelang (UMMagelang) turut memeriahkan dengan agenda Hari Bermuhammadiyah: Sarasehan Dakwah di Persyarikatan. Sarasehan yang dihadiri oleh seluruh civitas akademika juga mengundang Ketua PCM Dukun, PCM Kajoran, PCM Kabupaten Magelang di Masjid Manaarul ‘Ilmi pada Jumat (29/11).

Dengan tema “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”, dalam sambutannya, Rektor UMMagelang, Ir. Eko Muh Widodo, MT menyampaikan bahwa UMMagelang menjadi salah satu ladang dakwah Muhammadiyah dalam bidang pendidikan. “UMMagelang sampai saat ini menerima mahasiswa dari berbagai kalangan dan golongan tanpa pandang bulu,” ujar Rektor.

Pada kesempatan tersebut, Murtadho, Ketua PCM Kajoran membagikan pengalaman dalam berdakwah di Muhammadiyah kepada seluruh jamaah yang hadir. Beliau banyak menyampaikan kondisi Muhammadiyah di Kajoran. “Dari 29 kelurahan yang ada di Kecamatan Kajoran, sudah berdiri 9 Ranting Muhammadiyah dan Alhamdulillah aktif semua,” katanya.

Berbeda dengan PCM Dukun, Muhaeni selaku ketua PCM Dukun menyampaikan permasalahan yang dihadapi dalam berdakwah di Muhammadiyah. Problem yang terjadi di Dukun adalah masalah kristenisasi yang gencar dilakukan di lereng gunung Merapi ini.

Di akhir acara, Drs. H. Jumari, Ketua PCM Kabupaten Magelang menyampaikan banyak pesan mengenai perjuangan dakwah di Muhammadiyah. “Tantangan dakwah sekarang itu rumit. Saat ini muncul gejala mengungkit-ungkit masalah yang sudah lalu. Muhammadiyah itu lebih sensitif terhadap pendusta agama daripada penista agama,” pesannya. Ia juga menambahkan bahwa fokus dakwah Muhammadiyah saat ini adalah bagaimana masyarakat selamat dari pendusta agama.

HUMAS

Masjid UMMagelang menjadi Saksi Mualaf Asal Pati

Masjid UMMagelang menjadi Saksi Mualaf Asal Pati

Masjid Manarul ‘Ilmi Universitas Muhammadiyah Magelang (UMMagelang) kembali menjadi tempat bersejarah perubahan besar dalam hidup seseorang. Agustinus Prapto Sugiarto memutuskan untuk memeluk Islam pada Rabu (27/11).

Setelah melewati perjalanan panjang dari Pati hingga akhirnya sampai di Magelang dan menemui seorang temannya di Kalinegoro. Tanpa diketahui temannya, ia pergi ke LazisMU Kota Magelang dan menyampaikan maksudnya untuk memeluk Islam. Oleh LazisMU kemudian diantar menuju UMMagelang.

Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Studi Islam (LP2SI) UMMagelang menyambut hangat keinginan Agus. Dibimbing oleh Ustadz Muhamad Zuhron Arofi, M.Pd.I dan disaksikan oleh para dosen dan mahasiswa UMMagelang, pada pukul 13.30 Agus mengucapkan dua kalimat syahadat yang menjadi tanda bahwa ia telah menjadi seorang Muslim.

Yang menjadi saksi dalam pengikraran Agus adalah Dede Asikin Noer F.A,S.Ag dari LP2SI dan Abdul Kodir dari LazisMU yang mengantarkannya menuju UMMagelang. Agustinus Prapto Sugiarto kini berganti nama menjadi Ahmad Prapto Sugiarto.

HUMAS

D3 Keperawatan Bekali Mahasiswa tentang Perawatan Luka

D3 Keperawatan Bekali Mahasiswa tentang Perawatan Luka

Program Studi D3 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Magelang (UMMagelang) membekali mahasiswanya dengan kemampuan dalam merawat luka, dengan mengadakan Seminat Keperawata. Acara yang diadakan pada Sabtu (23/11) di Aula Rektorat Lantai 3  ini mengusung tema “Kiat Sukses menjadi Perawat mandiri yang Kompeten dalam Perawatan Luka di Era Milenial.”

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UM Magelang membuka seminar yang diadakan oleh Dosen Keperawatan Fikes UM Magelang itu. Sebanyak 150 orang menjadi peserta seminar. Mereka berasal dari mahasiswa Prodi D3 Keperawatan UM Magelang, dosen, perawat Rumah Sakit (RS) di wilayah Kedu, serta perwakilan siswa dan guru dari berbagai SMK di Magelang.

Puguh Widiyanto, D.kp., M.Kep, selaku dekan Fikes menyampaikan, seminar ini menjadi penting bagi mahasiswa untuk menjadi bekal kedepannya dalam menghadapi dunia kerja. “Merawat luka menjadi hal dasar bagi seorang perawat yang harus dipelajari,” ujarnya saat membuka seminar ini.

Narasumber dalam seminar ini adalah Lucia Anik , S.Kep.Ns, M.Kep (ETN) dan Zanmal Septiyanto, AM.K, yang merupakan alumni D3 Keperawatan UMMagelang tahun 2006. Yang dimoderatori oleh Dwi Sulistyono, BN, M.Kep.

Ketua DPW InWOCNA DIY-Jateng, Lucia Anik memberikan pemaparan mengenai luka dan bagaimana merawat luka yang baik. “Perawatan luka adalah murni tugas dan kewenangan seorang perawat,” paparnya.

Narasumber kedua merupakan alumni yang saat ini menjadi pemilik Griya Khitan Sehat di Boyolali menyampaikan prospek kerja lulusan keperawatan. “Sekarang ini jika seorang perawat hanya mengejar posisi Pegawai Negeri Sipil (PNS) akan sulit sekali. Oleh sebab itu, menjadi perawat mandiri lebih menjanjikan. Perawatan luka adalah murni tugas dan kewenangan seorang perawat. Jadi sangat terbuka lebar peluang untuk praktik mandiri khususnya dalam perawat luka, ” jelas Zanmal.

Ketua pelaksana seminar Ns. Sambodo Sriadi Pinilih, M.Kep, mengatakan seminar itu bertujuan untuk mengenalkan dan menambah wawasan mahasiswa ataupun peserta sebagai perawat luka dan mendongkrak visi dari D3 keperawatan. “Visi kami yaitu Menjadi Program Studi D3 Keperawatan Islami yang inovatif dan kompetitif di tingkat nasional serta menjadi pusat unggulan pengembangan kompetensi tenaga keperawatan dalam perawatan luka pada tahun 2020,” kata Pipin. Dua pembicara tersebut, lanjut Pipin, merupakan orang yang expert di bidang keperawatan luka.

HUMAS

Lilik Andriyani, Doktor ke-17 UMMagelang

Lilik Andriyani, Doktor ke-17 UMMagelang

Universitas Muhammadiyah Magelang (UMMagelang) berhasil menambah satu lagi dosen dengan gelar Doktor. Lilik Andriyani mendapatkan gelar Doktor Ilmu Akuntansi dari Program Doktor Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta setelah melewati ujian terbuka disertasinya pada Senin (18/11) di Ruang Auditorium BRI Lt.3 Program Magister Sains dan Doktor FEB UGM.

Ujian terbuka promosi doktor dipimpin oleh ketua sidang Prof. Mahfud sholihin, M.Acc., Ph.D. dan tim promotor Hardo Basuki, M.Soc.Sc., Ph.D., Fuad Rakhman, M.Sc., Ph.D., dan Zuni Barokah, M.Com., Ph.D. Disertasi yang disusun berjudul “Perusahaan Keluarga, Manajemen Laba, dan Kinerja Masa Depan: Sudut Pandang Socioemotional Wealth” dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.

Dalam disertasinya, Lilik meneliti mengenai perusahaan keluarga dalam melakukan strategi managemnen laba dan dampaknya pada kinerja masa depan perusahaan dengan menggunakan sudut pandang Socioemotional Wealth. Temuan penelitian ini mampu membuktikan pertama, bahwa perusahaan keluarga menggunakan praktik RAM dan mengelola akkrual diskresioner konservatif dibandingkan perusahaan non-keluarga. Kedua, perusahaan keluarga melakukan kedua jenis managemen laba secara strategis dengan cara trade-off substitusi. Ketiga, faktor kontekstual seperti keterlibatan wanita, umur perusahaan, dan CEO entrenchment berperan dalam mengendalikan perusahaan keluarga dalam melakukan managemen laba, sehingga perusahaan lebih hati-hati dalam melakukan managemen laba.

Dosen Akuntansi ini tercatat sebagai doktor yang ke ke-4690 di Universitas Gadjah Mada, dan yang ke-279 di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. Dan di Universitas Muhammadiyah Magelang, Lilik merupakan Doktor ke-17.

Rektor UMMagelang yang turut hadir dalam ujian terbuka disertasi, mengucapkan selamat atas prestasi yang dicapai Lilik. “Selamat atas pencapaiannya, semoga ilmunya dapat berguna bagi lingkungan sekitar khususnya bagi UMMagelang. Doktor Lilik Andriyani ini merupakan doktor ke-17 di UMMagelang. Semoga dengan bertambahnya doktor di UMMagelang ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pembelajaran di UMMagelang,”kata Eko.

HUMAS