Wajib Bersih Lingkungan, Rektor UMMagelang Bagikan Hand Sanitizer ke Warga

Wajib Bersih Lingkungan, Rektor UMMagelang Bagikan Hand Sanitizer ke Warga

Berdasar himbauan Bupati Magelang terkait pencegahan virus Corona di lingkungan Kabupaten Magelang, Rektor Universitas Muhammadiyah Magelang, Dr. Suliswiyadi, M.Ag mengajak seluruh civitas akademika untuk kerja bakti membersihkan lingkungan kampus dan melakukan penyemprotan disinfektan secara mandiri pada Jumat (20/3). “Kerja bakti massal ini merupakan bentuk ikhtiar kami untuk meminimalisir laju perkembangan Covid-19,” ujar Rektor.

Dalam kesempatan kerja bakti massal tersebut, Rektor didampingi Humas UMMagelang juga membagikan hand sanitizer yang diproduksi Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) ke Kantor Kecamatan Mertoyudan, Polsek Mertoyudan dan warga sekitar. “Dalam bentuk Catur Dharma Perguruan Tinggi, UMMagelang memiliki kewajiban untuk turut berperan dalam pencegahan Covid-19. Hari ini kami berkesempatan membagikan hand sanitizer, meskipun dengan jumlah yang terbatas karena adanya keterbatasan bahan baku yang sudah sangat langka. Kami tetap berupaya untuk tetap memproduksi untuk kepentingan internal kampus dan ring satu kampus kami, terutama wilayah Kecamatan Mertoyudan” tutur Rektor.

Sementara itu, Bambang Hermanto, Camat Mertoyudan menyambut baik bantuan Rektor kepada masyarakat. “Hand sanitizer ini memang sudah langka di pasaran, bahkan sudah ghoib sehingga kami sangat berterima kasih sekali atas bantuan Pak Rektor. Hari ini kami diberi 275 hand sanitizer yang akan kami bagikan langsung ke desa-desa di wilayah Mertoyudan,” ungkapnya.

HUMAS

FH UMMagelang Ajak Nadzir Wakaf Kelola Aset Wakaf Lebih Produktif dan Profesional

FH UMMagelang Ajak Nadzir Wakaf Kelola Aset Wakaf Lebih Produktif dan Profesional

Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Magelang (UMMagelang) mengadakan penyuluhan pengelolaan aset wakaf menjadi lebih produktif yang dikelola oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jogonegoro, Mertoyudan, Magelang pada Selasa lalu (17/3).

Dakum, S.H.I., M.H, dosen pembimbing kegiatan Penyuluhan Pengabdian Pada Masyarakat Terpadu (PPMT) Kelompok 8 sekaligus menjadi pemateri dalam penyuluhan tersebut mengatakan menurut data statistik prosentase pemanfaatan wakaf di Indonesia sampai saat ini paling tinggi digunakan untuk pembagunan masjid. “Prosentase penggunaan tanah wakaf untuk masjid 44%, mushalla 29%, sekolah 10%, makam 4%, pesantren 3%, sosial lainnya sekitar 10%,” ungkapnya. Lebih lanjut Dakummenyampaikan pemanfaatan tanah wakaf seharusnya dapat dikelola secara maksimal dan produktif agar dapat berkembang dan lebih banyak manfaatnya. Namun, memang perlu peningkatan profesionalitas dan kreatifitas seorang nadzir dalam mengelola aset wakaf tersebut.

Ketua PRM Jogonegoro, Hilal Muhtar, S.Ag mengatakan, aset tanah wakaf yang dikelolanya memang cukup luas, namun hingga saat ini baru sebatas digunakan untuk kegiatan keagamaan dan sosial. “Pemanfaatan dan pengembangan aset wakaf belum mengarah pada kegiatan yang produktif dikarenakan tidak adanya dana untuk mengembangkannya. Selaku nadzir masih kesulitan sumber dana untuk mengelola aset wakaf agar menjadi produktif, sehingga ini perlu dicarikan solusi,” ujar Hilal.

Kegiatan serupa juga dilakukan di PRM Kalinegoro oleh Kelompok 7 yang juga di bawah bimbingan Dakum beberapa waktu yang lalu. Pemateri dalam penyuluhan tersebut, Nurwati, S.H., M.H menjelaskan, permasalahan dalam pengelolaan aset wakaf juga terkait dengan pendaftaran sertifikat wakaf. Menurutnya, para nadzhir wakaf banyak yang menggampangkan pentingnya sertifikat tanah wakaf, karena pewakif sudah merelakan tanah wakafnya. “Padahal  apabila terjadi permasalahan di kemudian hari, pasti yang menjadi pokok utama adalah bukti sertifikat tanah wakafnya,” imbuhnya.

Nurwati juga menambahkan tanah wakaf di Kabupaten Magelang pada tahun 2019 sesuai data Kementerian Agama Kabupaten Magelang masih ada sekitar 63 hektar belum memiliki sertifikat, dengan demikian hal ini seharusnya menjadi perhatian bagi kita bersama khususnya bagi nadzir wakaf yang diamanahi untuk mengelolanya.

Ketua PRM Kalinegoro H. Mahmud, S.Pd.,M.Pd. mengatakan, tanah wakaf yang dikelola PRM Kalinegoro sebagian besar sudah bersertifikat. Beliau menjelaskan, tanah wakaf yang sudah bersertifikat ada satu lokasi, yang masih dalam proses pendaftaran sertifikat di Badan Pertanahan Nasional (BPN) ada satu, dan satu lokasi lagi yang sampai sekarang masih dalam proses sertifikasi tetapi belum selesai. “Satu lokasi yang belum selesai proses sertifikasinya sebenarnya sudah sangat lama dilakukan, hal ini karena banyak faktor yang menjadi permasalahan. Adanya PPMT UMMagelang ini semoga dapat membantu kami dalam menangani permasalahan sertifikasi tanah wakaf saat ini,” ungkap Mahmud.

 

HUMAS

Proses Pembelajaran Diliburkan, UMMagelang Gencar Membuat Formula Pencegah Corona

Proses Pembelajaran Diliburkan, UMMagelang Gencar Membuat Formula Pencegah Corona

Menyikapi Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 02/MLM/I.0/H/2020, Universitas Muhammadiyah Magelang (UMMagelang) mengeluarkan kebijakan bahwa kegiatan pembelajaran di kampus diliburkan tertanggal 16-21 Maret 2020. Kegiatan pembelajaran selanjutnya akan dilakukan secara online yang dimulai tanggal 23 Maret hingga 4 April 2020 sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Selain itu, kegiatan praktikum, magang, Praktek Kerja Lapangan (PKL), Kuliah Kerja Nyata (KKN), studi eskursi atau aktifitas di luar kampus yang melibatkan mahasiswa dihentikan sementara. Selain itu, semua perjalanan dinas civitas akademika UMMagelang ditunda atau dibatalkan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Kebijakan tersebut menjadi upaya preventif UMMagelang untuk mencegah penyebaran virus corona. Di samping itu, sebagai badan penyelenggara pendidikan UMMagelang juga melakukan upaya-upaya lain yang diharapkan bisa bermanfaat untuk masyarakat. Hal sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan meningkatkan kapasitas civitas akademika di UMMagelang. Dengan kecerdasan kolektif yang ada bekerja sama di bidang keahlian masing-masing. Seperti halnya di bidang teknologi dengan mengembangkan metode e-learning untuk proses pembelajaran, di bidang komunikasi dengan melakukan literasi digital untuk menghadapi ragam pemberitaan dan kebijakan di media. Serta di bidang kesehatan yang turut aktif dalam melakukan formulasi untuk pencegahan Covid-19 (virus corona).

Program Studi (Prodi) Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UMMagelang pada Senin (16/3) melakukan kegiatan antisipasi virus corona dengan memproduksi hand sanitizer yang akan didistribusikan secara gratis di unit-unit lingkungan kampus. Produksi hand sanitizer ini dipelopori oleh Widarika Santi Hapsari., M.Sc., Apt, yang dibantu oleh dosen, laboran dan mahasiswa Prodi Farmasi. “Produksi hand sanitizer ini merupakan himbauan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) dikarenakan adanya kelangkaan produk di pasaran. Hand sanitizer produksi UMMagelang ini dibuat dengan formula standar dari WHO,” ungkapnya.

HUMAS

IMM UMMagelang Tabligh Akbar Bersama Ali Jaber

IMM UMMagelang Tabligh Akbar Bersama Ali Jaber

Dalam Rangka Semarak Milad Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang ke-56, Koordinator Komisariat (Korkom) IMM Universitas Muhammadiyah Magelang (UMMagelang) mengadakan Tabligh Akbar dengan tema “Menata Hati dengan Cahaya Al-Quran” di Masjid Manaarul Ilmi kampus 2 UMMagelang, Rabu (11/3). Dihadiri oleh 300 jamaah yang terdiri dari mahasiswa, dosen dan karyawan serta masyarakat sekitar, tabligh akbar tersebut menghadirkan Syaikh Ali Jaber.

Triyo Widi selaku Ketua Korkom menuturkan bahwa tabligh akbar ini merupakan salah satu rangkaian agenda semarak milad IMM yang ke-56. “Setelah acara ini, minggu depan kami masih mempunyai agenda Dialog Kebangsaan bersama Hammam Sanadi dan Fahri Hamzah,” ungkapnya.

Dalam penyampaiannya, Syaikh Ali Jaber menyinggung generasi zaman ini yang sudah terlenakan oleh gadget. “Jadi, kebanyakan anak muda zaman sekarang lebih menghabiskan waktunya untuk bermain gadget dibanding membaca Al-Quran. Penggunaan gadget saatini sudah seperti kebutuhan primer. Mari kita gunakan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya. Ali Jaber juga menambahkan  tiga tips mengkhatamkan Al-Quran yaitu: (1) one day one juz (2) setelah sholat fardu membaca empat lembar dan (3) jangan melihat banyaknya lembar yang belum terbaca.

HUMAS

UMMagelang Bekerjasama Dengan KPU Kabupaten Magelang

UMMagelang Bekerjasama Dengan KPU Kabupaten Magelang

Selasa (10/3), Rektor Universitas Muhammadiyah Magelang (UMMagelang), Dr. Suliswiyadi., M.Ag menerima kunjungan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang. Latar belakang kegiatan yang dilakukan oleh KPU adalah untuk memberikan wacana politik tanpa syarat, artinya pemilu tanpa syarat transaksional. Hal tersebut dilakukan di beberapa lembaga salah satunya adalah di kampus, karena kampus merupakan jembatan alternatif kepada generasi penerus bangsa baik kepada mahasiswa melalui unit kegiatan atau Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) hingga masyarakat melalui Tri Dharma.

Dalam silaturahmi yang bertempat di Ruang Sidang Rektorat Kampus 2 UMMagelang, Rektor menyatakan bahwa UMMagelang selaku penyelenggara sistem Pendidikan Tinggi terbuka dengan program-program kolaborasi dengan lembaga-lembaga pengembangan masyarakat, salah satunya dengan KPU. “KPU pekerjaaannya luar biasa saat pemilihan, baik pilkada hingga pemilu. Kita perlu melakukan edukasi kepada masyarakat atau pemilih karena tipe masyarakat kita yang unik, terlebih generasi muda. Mengedukasi masyarakat merupakan investasi jangka panjang. Ketika proses pemilu, tidak bisa dilakukan sekali jalan. Melalui pendidikan merupakan tugas kami di aspek formal untuk memberikan edukasi kepada masyarakat,” ungkap Sulis.

Wardoyo, Kepala Divisi Bidang Perencanaan dan Informasi KPU Kabupaten Magelang menyebutkan, di tahun 2020 KPU memiliki program KPU Goes to Campus. “Bentuk kegiatan ini merupakan kerjasama antara KPU dan kampus dengan tema pendidikan kepada pemilih yaitu bagaimana memberikan kesadaran kepada pemilih supaya menjadi pemilih yang cerdas,” tuturnya. Wardoyo menambahkan, KPU berharap dapat berkolaborasi dengan UMMagelang terkait program-program literasi. Terlebih dengan program baru yang diselenggarakan oleh UMMagelang yaitu Pengabdian Pada Masyarakat Terpadu (PPMT) sehingga dapat mengembangkan pendidikan kepada masyarakat dan desa.

Program KPU Goes to Campus tersebut disambut baik oleh UMMagelang, karena Literasi Pendidikan yang berhubungan dengan pemilu diharapkan dapat menjadi program untuk Tri Dharma, baik mahasiswa maupun dosen. Pada tahun ini, UMMagelang mengadakan sistem Kuliah Kerja Nyata (KKN) baru dengan program PPMT. Mahasiswa mencari tema, kelompok, dan dosen pembimbing sendiri dengan mEngajukan proposal.

Dra.Retno Rusdjijati, M.Kes, Kepala Divisi Pengabdian Kepada Masyarakat berharap program PPMT ini bisa berkolaborasi dengan KPU di bidang literasi politik berfokus pada pemilu. “Terlebih apabila KPU sudah memiliki desa-desa yang menjadi pilot project, UMMagelang siap untuk berkolaborasi. Meskipun dari UMMagelang sendiri sudah memiliki peta desa yang sudah menyeluruh di wilayah Magelang untuk proyek Pengabdian kepada Masyarakat,” ujarnya. Retno juga berharap kolaborasi ini dilakukan dengan beragam kegiatan diantaranya sosialisasi, pelatihan, praktek, dan pendampingan oleh dosen dan mahasiswa. Sebab menurutnya, jika hanya dengan sosialisasi masih belum bisa maksimal untuk menumbuhkan kesadaran pada pemilih.

 

HUMAS

 

UMMagelang Siap Terapkan Kampus Merdeka

UMMagelang Siap Terapkan Kampus Merdeka

Baru saja Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim merilis kebijakan terkait Kampus Merdeka bagi Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta. Hal tersebut direspon dengan baik oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Magelang (UMMagelang), Dr. Suliswiyadi, M.Ag dengan mengadakan sosialisasi konsep Kampus Merdeka kepada seluruh jajaran pimpinan universitas pada Senin (10/03) lalu di Auditorium lantai 3 Kampus 2 UMMagelang.

Dalam sambutannya Rektor menyampaikan UMMagelang akan menjadi kampus pertama yang menerapkan konsep Kampus Merdeka dimulai dengan kebijakan membuat kegiatan belajar mahasiswa di luar kampus selama dua semester. “Kegiatan belajar mahasiswa di luar nanti bisa berbentuk internship, magang, kerja praktek, pengabdian, MOOC (Massive Online Open Courses), proyek kemanusiaan atau wirausaha,” ungkapnya. Lebih lanjut, Rektor menambahkan akan ada kegiatan yang tersertifikasi oleh industri dan vendor-vendor yang bereputasi sehingga diharapkan alumni UMMagelang mampu menyeleseikan permasalahan di masyarakat dan mampu bekerja sesuai bidangnya.

Sosialisasi dengan 60 peserta tersebut menghadirkan Dr. Bambang Riyanto, ST.,MT, Kepala Divisi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY),  Dr. Hans Gerd Reiter, Senior Experten Service-Jerman, dan Punang Amaripuja, SE.,ST,MIT sebagai fasilitator acara.

Bambang menuturkan jika selama ini pemerintah turut mengatur proses yang dilakukan oleh Perguruan Tinggi. “Ke depannya, Kemendikbud akan memberikan keleluasaan/ otonomi. Namun, otonomi disertai dengan tanggung jawab menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap berkarya,” tambahnya.

Sementara itu, Hans menampilkan mind mapping tentang Konsep Kampus Merdeka beserta peluang dan tantangannya. Hans mengungkapkan bahwa konsep Kampus Merdeka adalah pola belajar yang memang sudah diterapkan di Jerman pada umumnya.

Dalam sosialisasi tersebut, dipaparkan pula beberapa tips untuk merail akreditasi internasional perguruan tinggi.

 

HUMAS