Masjid UMMagelang menjadi Saksi Mualaf Asal Pati

Masjid UMMagelang menjadi Saksi Mualaf Asal Pati

Masjid Manarul ‘Ilmi Universitas Muhammadiyah Magelang (UMMagelang) kembali menjadi tempat bersejarah perubahan besar dalam hidup seseorang. Agustinus Prapto Sugiarto memutuskan untuk memeluk Islam pada Rabu (27/11).

Setelah melewati perjalanan panjang dari Pati hingga akhirnya sampai di Magelang dan menemui seorang temannya di Kalinegoro. Tanpa diketahui temannya, ia pergi ke LazisMU Kota Magelang dan menyampaikan maksudnya untuk memeluk Islam. Oleh LazisMU kemudian diantar menuju UMMagelang.

Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Studi Islam (LP2SI) UMMagelang menyambut hangat keinginan Agus. Dibimbing oleh Ustadz Muhamad Zuhron Arofi, M.Pd.I dan disaksikan oleh para dosen dan mahasiswa UMMagelang, pada pukul 13.30 Agus mengucapkan dua kalimat syahadat yang menjadi tanda bahwa ia telah menjadi seorang Muslim.

Yang menjadi saksi dalam pengikraran Agus adalah Dede Asikin Noer F.A,S.Ag dari LP2SI dan Abdul Kodir dari LazisMU yang mengantarkannya menuju UMMagelang. Agustinus Prapto Sugiarto kini berganti nama menjadi Ahmad Prapto Sugiarto.

HUMAS

Pelopor Bersih Narkoba, UMMagelang Gandeng BNN

Pelopor Bersih Narkoba, UMMagelang Gandeng BNN

Mengantisipasi peredaran narkoba tak hanya menjadi tugas aparat semata. Melainkan seluruh lapisan masyarakat. Termasuk dari kementerian dan lembaga negara. Terutama bagi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) lewat perguruan tinggi untuk bersama-sama melaksanakan kegiatan tersebut.

Sebagai salah bentuk komitmen penuh terhadap pemberantasan peredaran narkotika di wilayah Magelang, Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Magelang (UMMagelang) menggelar kuliah umum dengan mendatangkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Tengah.

Kuliah umum yang dihadiri sebanyak 200 mahasiswa ini dilaksanakan di Aula Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UMMagelang pada Rabu (27/11).

Dengan mengusung tema “Bersinar (Bersih Narkoba) Membawa Generasi Penegak Hukum Berintegritas,” acara ini dihadiri oleh rektor beserta jajarannya, dekan, dan kaprodi Ilmu Hukum UMMagelang.

“Universitas Muhammadiyah Magelang ini berlokasi di daerah pinggiran kota, yang mana pada daerah tersebut menjadi salah satu daerah rawan peredaran narkoba. Magelang merupakan zona merah sesuai dengan peta peredaran narkoba di Indonesia. Dengan adanya kuliah umum ini, diharapkan dapat menambah pemahaman dalam penanggulangan narkotika,” ujar Rektor UMMagelang, Ir. Eko Muh Widodo, MT dalam sambutannya.

Kuliah umum ini disampaikan oleh Dela Sulistyawan Yunior, S.I.Kom, Penyuluh Narkoba Ahli Pertama Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Jawa Tengah. Dalam materinya, ia menjelaskan permasalahan peredaran narkotika yang ada di Indonesia. Selain itu, ia juga menyampaikan tugas dan wewenang dari BNN dan cara penanganan perkara terkait dengan pelanggaran narkotika.

“Narkotika menjadi masalah terbesar saat ini di Indonesia. Bagaimana peredarannya sangat rumit untuk dilacak. Kalian mulai dari sekarang harus menjadi mahasiswa yang mempelopori bersih narkoba, dan kelak kalian harus menjadi penegak hukum yang berintegritas,” pesannya pada para mahasiswa.

HUMAS 

Custom Goes To Campus UMMagelang

Custom Goes To Campus UMMagelang

Saat ini animo masyarakat terutama anak-anak muda untuk membeli barang secara online dari luar negeri semakin marak. Namun sayangnya, belum banyak yang tahu apa barang yang dibeli tersebut terkena bea cukai atau tidak.

Untuk memberikan informasi terkait hal tersebut, Kantor Direktorat Jendral Bea Cukai (DJBC) Magelang menggelar acara Custom Goes To Campus untuk pertama kalinya. Acara yang bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ini berlangsung di Aula Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UMMagelang pada Selasa (26/11).

Kegiatan ini diikuti oleh ratusan mahasiswa dan dosen FEB UMMagelang. Dekan FEB, Dra. Marlina Kurnia, MM, yang turut hadir dan memberi sambutan pada acara tersebut menyambut gembira dan dengan tangan terbuka acara tersebut. “Acara ini akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa kami. Hal ini ditujukan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai bea cukai dan soal eksport-import,” ujar Marlina.

Custom Goes to Campus menghadirkan dua narasumber. Ialah Bimo Adisaputro, Kepala Subseksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas serta Sulwa Kojar selaku Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan DJBC Magelang.

“Dalam acara tersebut, kami mensosialisasikan materi mengenai Tugas Pokok dan Fungsi Bea dan Cukai serta Profil Kantor Bea Cukai Magelang. Diharapkan mahasiswa lebih mengetahui tugas dan fungsi dari bea cukai dalam proses import barang,” kata Bimo.

Secara keseluruhan, Direktorat Jenderal  Bea Cukai dibagi menjadi empat peran, yakni industrial assitance yang bertugas untuk membantu kemajuan perkembangan serta melindungi industri dalam negeri dari persaingan global. Selain itu, trade facilitator yang bertugas untuk memberikan fasilitas kemudahan bagi perdagangan dan industri. Terdapat pula community protector yang bertugas untuk melindungi masyarakat dari pemasukan barang yang merusak lingkungan dan yang mengganggu kesehatan. Terakhir, revenue collector yang bertugas mengumpulkan penerimaan negara yang berasal dari pembayaran bea masuk dan pajak dalam rangka impor serta cukai.

HUMAS

Pelantikan Bersama “IMM Magelang Kolaborasi untuk Aksi”

Pelantikan Bersama “IMM Magelang Kolaborasi untuk Aksi”

Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah  (PC IMM) Magelang, Jum’at (22/11) melaksanakan Pelantikan Bersama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Magelang Periode 2019/2020 dengan tema “IMM Magelang Kolaborasi untuk Aksi”. Kegiatan ini dilakukan di Aula Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang. Dalam acara ini, Dewan Pimpinan Daerah IMM Jawa Tengah melantik Pimpinan Cabang Magelang IMM, sedangkan Pimpinan Cabang IMM Magelang melantik Koordinator Komisariat, Korps Instruktur serta enam komisariat di Magelang.

Pelantikan tersebut di hadiri oleh PDM Kabupaten, PDA Kabupaten, PDNA Kabupaten, PDPM Kabupaten, PD IPM Kabupaten, serta organisasi kepemudaan Magelang, KNPI dan 250 kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Magelang dari berbagai komisariat di Magelang.

Pelantikan diawali dengan Pembacaan Pengesahan PC IMM Magelang Periode 2019/2010 oleh DPD IMM Jateng Immawan Abdul Ghofur dan Immawan Mario.  Kemudian pembacaan pengesahan Korps Instrukur, Koordinator Komisariat dan Komisariat di Magelang oleh Ketua PC IMM Magelang. Serta penandatangan berita acara pelantikan.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Magelang, Bapak Djumari dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada pimpinan cabang, korps intstruktur, korkom dan komisariat yang telah dilantik dan berharap bisa menyelesaikan tugas dengan baik. Beliau juga menyampaikan bahwa IMM adalah ortom Muhammadiyah dan ciri khas muhammadiyah itu bisa eksis sampai 107 tahun, karena IMM siap berubah menghadapi perubahan dakwah, dan memiliki karakter gerakan menyelesaikan masalah.

IMMawan Khalid Hamzah Prasetya, sebagai Ketua Umum PC IMM Periode 2019/2020 terpilih menyampaikan, IMM tidak hanya mengedepankan eksistensi namun esensi perjuangan dalam ikatan. “Kami akan melanjutkan perjuangan dari periode lalu terkait sosial profetik. Aktivis muslim itu harus semurni murninya tauhid, tinggi tingginya pengetahuan dan sepintar pintarnya siasat,” ucapnya.

Disambung sambutan terakhir dari Immawan Atto’Maulana Ketua Umum PC IMM Periode 2018/2019 menyampaikan harapan kepada pimpinan yang telah dilantik, semoga amanah dan istiqomah dalam manjalankan tugas. Ia juga menyampaikan terimakasih dan mohon maaf dalam satu periode. “Dengan tema IMM Magelang Kolaborasi untuk Aksi, kami berharap dapat memperkuat ukhuwah IMM, ukhuwah ortom, OKP dan seluruh organisasi dan elemen masyarakat,” harapnya.

HUMAS

D3 Keperawatan Bekali Mahasiswa tentang Perawatan Luka

D3 Keperawatan Bekali Mahasiswa tentang Perawatan Luka

Program Studi D3 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Magelang (UMMagelang) membekali mahasiswanya dengan kemampuan dalam merawat luka, dengan mengadakan Seminat Keperawata. Acara yang diadakan pada Sabtu (23/11) di Aula Rektorat Lantai 3  ini mengusung tema “Kiat Sukses menjadi Perawat mandiri yang Kompeten dalam Perawatan Luka di Era Milenial.”

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UM Magelang membuka seminar yang diadakan oleh Dosen Keperawatan Fikes UM Magelang itu. Sebanyak 150 orang menjadi peserta seminar. Mereka berasal dari mahasiswa Prodi D3 Keperawatan UM Magelang, dosen, perawat Rumah Sakit (RS) di wilayah Kedu, serta perwakilan siswa dan guru dari berbagai SMK di Magelang.

Puguh Widiyanto, D.kp., M.Kep, selaku dekan Fikes menyampaikan, seminar ini menjadi penting bagi mahasiswa untuk menjadi bekal kedepannya dalam menghadapi dunia kerja. “Merawat luka menjadi hal dasar bagi seorang perawat yang harus dipelajari,” ujarnya saat membuka seminar ini.

Narasumber dalam seminar ini adalah Lucia Anik , S.Kep.Ns, M.Kep (ETN) dan Zanmal Septiyanto, AM.K, yang merupakan alumni D3 Keperawatan UMMagelang tahun 2006. Yang dimoderatori oleh Dwi Sulistyono, BN, M.Kep.

Ketua DPW InWOCNA DIY-Jateng, Lucia Anik memberikan pemaparan mengenai luka dan bagaimana merawat luka yang baik. “Perawatan luka adalah murni tugas dan kewenangan seorang perawat,” paparnya.

Narasumber kedua merupakan alumni yang saat ini menjadi pemilik Griya Khitan Sehat di Boyolali menyampaikan prospek kerja lulusan keperawatan. “Sekarang ini jika seorang perawat hanya mengejar posisi Pegawai Negeri Sipil (PNS) akan sulit sekali. Oleh sebab itu, menjadi perawat mandiri lebih menjanjikan. Perawatan luka adalah murni tugas dan kewenangan seorang perawat. Jadi sangat terbuka lebar peluang untuk praktik mandiri khususnya dalam perawat luka, ” jelas Zanmal.

Ketua pelaksana seminar Ns. Sambodo Sriadi Pinilih, M.Kep, mengatakan seminar itu bertujuan untuk mengenalkan dan menambah wawasan mahasiswa ataupun peserta sebagai perawat luka dan mendongkrak visi dari D3 keperawatan. “Visi kami yaitu Menjadi Program Studi D3 Keperawatan Islami yang inovatif dan kompetitif di tingkat nasional serta menjadi pusat unggulan pengembangan kompetensi tenaga keperawatan dalam perawatan luka pada tahun 2020,” kata Pipin. Dua pembicara tersebut, lanjut Pipin, merupakan orang yang expert di bidang keperawatan luka.

HUMAS

Petani Tembakau Lombok Dukung Kenaikan Cukai Rokok: Harapan Baru pada Pemerintahan Jokowi Jilid II

Indonesia merupakan negara produsen tembakau nomor 5 di dunia setelah negara Tiongkok, Brasil, India dan Amerika Serikat dengan total produksi  135.678 Ton atau sekitar 1,9% dari total produksi tembakau di dunia. Sedangkan produksi keempat negara penghasil tembakau di dunia mencapai total 4,8 Juta Ton atau sekitar 68, 4 % dari total produksi tembakau dunia. Pada tahun 2012 produksi tembakau empat negara diatas mengalami penurunan menjadi 70% dari produksi tembakau dunia.

Sedangkan propinsi penghasil tembakau di Indonesia adalah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Nusa tenggara Barat dengan luas lahan sekitar 206,2 ribu hektar atau 90% dari total luas lahan tembakau di Indonesia.  Secara umum melihat produksi tembakau Indonesia tentunya harus seimbang dengan kesejahteraan petani tembakau yang ada. Hal ini akan sangat berbanding terbalik juga  dengan pencapaian industri tembakau. Hal inilah yang selalu menjadi pertanyaan besar kenapa Indonesia sebagai salah satu negara yang menjadi produksi tembakau  belum seimbang dengan kesejahteraan petani tembakaunya. Ada tiga hal mendasar yang menjadi permasalahan petani tembakau yang di hadapi saat ini yaitu :

  1. Cuaca yang tidak menentu dimana perubahan cuaca yang tidak menentu ini berdampak buruk bagi pertanian tembakau
  2. Monopoli harga tembakau yang dilakuan oleh industri rokok dimana selama ini tidak ada kontrol harga dari tembakau dan semua tergantung dari pabrikan rokok
  3. Sistem tata niaga tembakau yang timpang, perlu kita ketahui selama ini sistim tata niaga dalam pertembakauan sangat merugikan petani tembakau. Petani tidak ada daya bargaining yang kuat dan mekanisme sangat ditentukan para midleman atau tengkulak dan pabrikan rokok.

Presiden Jokowi baru saja mengumumkan bahwa tahun 2020 cukai rokok akan naik 23%. salah satu alasan yang kuat kenaikan cukai rokok adalah untuk mengendalikan konsumsi perokok di Indonesia khususnya perokok pemula yang sangat tinggi angkanya dan sangat mengkawatirkan dan selalu meningkat dari tahun ketahun.

Hasil diskusi bersama Petani tembakau di Lombok  ada beberapa poin  terkait dengan  Kebijakan menaikkan cukai rokok dimana secara umum petani tembakau Lombok mendukung kebijakan pemerintah dalam menaikkan cuka tembakau dengan harapan segera diikuti dengan kebijakan antara lain :

  1. Pemerintah pusat harus menekan impor tembakau dari luar negeri yang selama ini mencapai 40% dan memberi porsi penyerapan yang maksimal untuk tembakau nasional.
  1. Pemerintah memberi skema baru diversifikasi pertanian dari dana bagi hasil cukai tembakau kepada petani tembakau untuk peningkatan kesejahteraan petani tembakau lewat peningkatan kualitas tembakau maupun dalam usaha diversifikasi usaha bagi petani tembakau dalam peningkatan kesejahteraan hidup. Perlu usaha alternative tanaman lain serta usaha produktif yang meningkatkan kesejahteraan petani tembakau mengingat masa tanam tembakau adalah hanya 6 bulan dan masih ada 6 bulan dalam setahun petani tembakau harus memanfaatkan lahan secara optimal

Diskusi bersama antara petani, akademisi , praktisi dan media ini merangkum berbagai permasalan dasar petani tembakau di Lombok untuk menjadi bahan masukan pemerintah pusat dan daerah serta mencari solusi  pemecahan permasalahan yang dihadapi oleh petani tembakau khususnya di lombok. Sangat mendesak kiranya perlu di gagas inisiasi pembentukan forum petani tembakau maupun mantan petani tembakau untuk saling berbagi keberhasilan dan menguatkan jaringan dalam usaha bersama sama meningkatkan kesejahteraan petani tembakau dan petani lainnya. Hasil dari workshop ioni akhir nya secara aklamasi petani tembakau perwakilan dari Lombok yang hadir sepakat membentuk  Forum petani multikultur yang harapannya bisa menjembatani proses transisi para petani tembakau untuk menjadi petani merdeka  lebih kreatif dalam diversifikasi usaha pertanian maupun usaha produktif lainnya.

 

Mataram, 11 November 2019

Forum Petani  Multikultur Lombok

Bp. Senang Haris Petani Tembakau Lombok Tengah