IMPLEMENTASI FIQH REMAJA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KENAKALAN REMAJA

IMPLEMENTASI FIQH REMAJA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KENAKALAN REMAJA

Suatu kenyataan yang mencemaskan belakangan ini adalah keberanian sebagian remaja (siswa usia SMA) melakukan pelangaran-pelanggaran susila, bahkan tidak jarang yang bersifat criminal seperti tawuran, pengeroyokan, pencurian, miras dan penyalahgunaan NAPZA. Remaja merupakan segmenmasyarakat yang secara psikologi disebut-sebut merupakan masa pencarian identitas diri yang membutuhkan bimbingan dan arahan, terutama dari aspek religiusitasnya. Sehingga pada gilirannya remaja dapat menemukan jati dirinya secara baik dan benar serta dapat hidup lurus sesuai ajaran agama.

Hal tersebut yang mendorong dua dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Magelang (UMMagelang) melalui Program Kemitraan Universitas (PKU) melaksanakan pengabdian di SMA Muhammadiyah 2 Kota Magelang selama 3 bulan, dimulai bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2019. Kegiatan pengabdian bagi siswa SMA Muhammadiyah 2 Kota Magelang ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tambahan tentang fiqh yang harus diketahui oleh seorang remaja sekaligus implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Proses pengabdian ini diawali dengan eksplorasi permasalahan mitra, penjadwalan kegiatan bersama, Forum Group Discussion (FGD), sosialisasi dan pendampingan serta laporan/publikasi ilmiah.

Materi yang diajarkan dalam FGD antara lain pedoman hidup bagi remaja, sumber hukum Islam, kebersihan dan bersuci, ibadah umum dan khusus serta nilai-nilai pembentuk kepribadian muslim serta etika pergaulan antara laki-laki dan perempuan. “Awal usia remaja inilah ilmu fiqih mulai benar-benar dibutuhkan karena remaja memasuki usia aqil baligh, baik dengan tanda mimpi basah maupun haid bagi remaja putri. Usia dimana beban agama mulai diberlakukan secara utuh. Baik beban agama yang berupa perintah untuk dilaksanakan, maupun beban larangan untuk dijauhi. Bagaimana usia remajaakan dilewati dengan sempurna jika beban agama saja tidak terlaksana dengan baik. Bagaimana beban agama akan terlaksana dengan baik,jika panduannya saja tidak dimengerti. Maka sangatlah penting mempelajari ilmu fiqh dikalangan remaja atau seseorang yang sudah mukallaf (sudah dikenai kewajiban untuk beribadah),” jelas Subur, MSI, ketua PKU.

Akhmad Baihaqi, M.Pd,I selaku anggota Tim PKU menambahakan bahwa “ Program Kemitraan ini diharapkan menjadi pencegah kenakalan remaja yang bersifat preventif yaitu  tindakan pengendalian sosial yang dilakukan untuk mencegah atau mengurangi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di masa yang akan datang berupa kenakalan remaja”.

Kegiatan PKU diikuti oleh 57 siswa terdiri dari kelas XI jurusan IPA dan IPS dengan 2 kali FGD (Forum Group Discussion) dan 2 kali pendampingan serta pengawasan dari dewan guru. “SMA Muhammadiyah 2 Kota terdiri dari siswa yang tinggal di asrama dan non asrama. Siswa yang tinggal di asrama mendapatkan pengawasan yang lebih ketat mengenai praktik ibadah sehingga tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal negatif yang sering dijumpai oleh siswa yang non asrama dan Program Kemitraan ini sangat mendukung Program unggulan dari sekolah kami yaitu Tahfidz Al-Qur’an,” ungkap Fauzan, S.Ag. Kepala SMA Muhammadiyah 2 Kota Magelang.

Kegiatan pengabdian yang baru saja selesai ini terbukti efektif pada peningkatan pemahaman dan praktik keberagamaan siswa yang semakin baik, mulai dari knowledge bassed, role bassed, dan skill based dari masing-masing siswa atau yang lebih dikenal dalam dunia pendidikan dengan istilah kognitif, afektif dan psikomotor.

 

HUMAS

 

WUJUDKAN SEKOLAH SEHAT, UMMAGELANG ADAKAN PENDAMPINGAN PENGELOLAAN SAMPAH

WUJUDKAN SEKOLAH SEHAT, UMMAGELANG ADAKAN PENDAMPINGAN PENGELOLAAN SAMPAH

 

Kurikulum 2013 yang diimplementasikan di sekolah, syarat dengan pendidikan karakter. Salah satu tujuan pendidikan karakter adalah membentuk karakter peserta didik untuk peduli terhadap lingkungannya. Sayangnya, tidak semua sekolah  memiliki kepedulian terhadap lingkungannya. Hal tersebut ditunjukkan dengan banyaknya masalah limbah yang belum terselesaikan. Limbah merupakan buangan dari aktivitas manusia maupun hewan yang berbentuk padat, lumpur, cair, maupun gas yang sudah tidak dimanfaatkan lagi. Limbah, khususnya limbah sekolah apabila dikelola dengan baik dapat dimanfaatkan kembali dan memiliki nilai ekonomis. Hal tersebut mendorong dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Magelang (UMMagelang) untuk melaksanakan Program Kemitraan Universitas (PKU) yang bekerja sama dengan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Salam untuk mengadakan kegiatan pendampingan pengelolaan sampah melalui Pendekatan Berbasis 3R Dalam Rangka Mewujudkan Sekolah Sehat Di SMP Muhammadiyah Salam.

Tim PKU yang diketuai oleh Dr. Imron, MA dan beranggotakan Irham Nugroho, M.Pd.I tersebut terbagi ke dalam lima kegiatan yakni: (1) Forum Group Discussion (FGD) untuk mengurai permasalahan sampah yang ada di sekolah, (2) sosialisasi yang meliputi pemilahan sampah dan penerapan 3R, (3) pelatihan dan praktek meliputi pemilahan sampah dan juga penerapan 3R, (4) pendampingan yang merupakan bentuk follow up dari praktek yang telah dilakukan, serta (5) lomba sebagai bentuk stimulus untuk membudayakan kebersihan lingkungan di sekolah. Semua rangkaian program tersebut melibatkan seluruh warga sekolah. “Dalam melaksanakan program pengelolaan sampah ini, pendekatan yang digunakan adalah 3R: Reuse, Reduce, dan Recycle. Dengan adanya pengelolaan sampah yang baik tersebut diharapkan mampu meningkatkan potensi sosial dan ekonomi bagi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan,” jelas Imron.

Pihak sekolah yang diwakili Heru Ismanta, S.Pd menyampaikan terima kasih atas terlaksananya program tersebut  yang tentu berdampak untuk perkembangan sekolah. “Hal yang kami rasakan dengan adanya program kemitraan ini tidak hanya membentuk komunitas lingkungan sekolah menjadi lebih bersih tapi menjadikan sesuatu lebih produktif sehingga yang terjadi bukan hanya kesadaran anak untuk membersihkan lingkungannya akan tetapi adanya pengelolaan sampah yang terjadwalkan di 12 kelompok yang sudah dibagi, sehingga setelah 24 hari, sampah yang terkumpul  bisa digunakan untuk penghijauan,” ujar Heru.

Lebih lanjut Heru menyampaikan “Adapun tindak lanjut setelah siswa mulai memiliki kesadaran baru pengelolaan sampah, selanjutnya kami berharap dinas lingkungan hidup memberi fasilitas mengelola sampah dan penghancur sampah sehingga program ini dapat terus berkembang ke depannya”.

HUMAS

FPH UMMAGELANG ADAKAN STADIUM GENERAL SOCIETY AND SOCIAL MEDIA IN DISRUPSI ERA

FPH UMMAGELANG ADAKAN STADIUM GENERAL SOCIETY AND SOCIAL MEDIA IN DISRUPSI ERA

Pola interaksi masyarakat di era disrupsi menjadi kegelisahan tersendiri bagi sebagian manusia. Salah satu ciri pada era disrupsi adalah penggunaan sosial media yang semakin masif dan menimbulkan dampak positif dan juga negatif. Hal tersebut mendorong Fakultas Psikologi dan Humaniora (FPH) Universitas Muhammadiyah Magelang (UMMagelang) untuk mengadakan Stadium General Society And Social Media in Disruption Era. Kegiatan yang juga diadakan dalam rangka meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam bidang akademik dan juga mengasah kemampuan softskill mahasiswa tersebut mengangkat  tema “Society and Social Media for MentalHealth pada Sabtu (13/04) di Aula Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Kampus 2 UMMagelang.

“Acara ini kami gagas karena adanya penggunaan sosial media yang semakin masif di masyarakat. Tentu ini ada banyak sisi positif dan negatif. Melalui 2 narasumber yang dihadirkan diharapkan kita dapat menyikapi kedua hal tersebut dengan baik”, jelas Ketua Panitia, Dwi Susanti, SI.Kom., MA.

Hadir untuk membuka acara tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Dekan FPH UMMagelang, Dr. Purwati, MS., Kons. Dalam sambutannya Purwati mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap dapat memberi manfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat. “Tema yg diangkat sangat luar biasa, saya harap usai acara ini ada manfaat yang bisa kita ambil,  terutama anak muda yg lahir di era Y. Perlu diketahui bahwa kita berada di era distrupsion yang perlu direspon dengan positif dengan nilai-nilai ketimuran. Jangan sampai justru penggunaan sosial media dapat merugikan diri sendiri ataupun masyarakat lain sehingga terkena jerat hukum. Semoga materi yamg disampaikan dapat diserap, diinternalisasikan dan diaplikasikan menjadi pegangan hidup”, tutur Purwati.

Dua pemateri yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut ialah Agus Mulyadi, pemimpin redaksi mojok.com dan Dra. Elli Nur Hayati, MPH., Ph.D, dosen Fakultas Psikologi UAD. Dalam pemaparannya Agus banyak menjelaskan pengalamannya menulis hingga mampu menjadi pemimpin redaksi Mojok, salah satu media online di Indonesia. “Menulis itu bisa dimulai dari peristiwa keseharian yang kita alami. Menulis itu soal kebiasaan. Sosial media (sosmed) saat ini sangat menguntungkan, bisa untuk diskusi, bisa juga mencari nafkah. Dan jangan suka unfriend orang yang berbeda pandangan dengan kita,  jangan gunakan facebook atau sosmed sebagai curhatan. Followlah sebanyak-banyaknya teman”, jelas Agus.

Pemateri kedua disampaikan oleh Dra. Elli Nur Hayati, MPH., Ph.D, yang menyampaikan tentang masyarakat dan sosial media di era disrupsi. “Kualitas mental yang diperlukan untuk bertahan dalam era disrupsi adalah memiliki nilai-nilai (value) dan believing artinya individu harus memegang nilai dan prinsip agama agar tidak disorientasi dalam membuat langkah ke masa depan, kedua problem solving yaitu skill atau kemampuan memecahkan persoalan yang dihadapi dengan cara positif dan konstruktif, mau berkreasi dan berinovasi, berpikir secara kritis, kerjasama, peduli terhadap sesama” ungkap Elli.

Kegiatan yang diikuti 150 mahasiswa berlangsung secara interaktif antara pemateri dan peserta.  Hal tersebut ditunjukkan dengan banyaknya mahasiswa yang aktif dalam mengajukan pertanyaan kepada narasumber. “Sosial media harus dimanfaatkan sebagai bentuk improvisasi diri dan kita harus memelihara nilai-nilai agama agar  terhindar dari konsep diri negative sebagai akibat penggunaan sosial media”, tambah Hermahayu selaku moderator dalam mengakhiri acara.

GEBRAKAN KONTINGEN UMMAGELANG DALAM PAGELARAN POM RAYON III

GEBRAKAN KONTINGEN UMMAGELANG DALAM PAGELARAN POM RAYON III

Perhelatan Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) RAYON III Tahun 2019 Wilayah Jawa Tengah telah usai. Dengan mengangkat tema “Membentuk Solidaritas, Sportifitas untuk Mahasiswa Dalam Meraih Prestasi”, sebanyak 44 Perguruan Tinggi se-Jawa Tengah berpartisipasi aktif mengikuti kegiatan tersebut. Kota Tegal menjadi tuan rumah pada pagelaran kompetisi yang dilaksanakan pada 4-6 April 2019 lalu.

Universitas Muhammadiyah Magelang (UMMagelang) merupakan salah satu kontingen yang ikut serta meramaikan pagelaran POM RAYON III tersebut, dengan mengirimkan 69 atlit untuk memperebutkan medali di 11 cabang olahraga. Adapun cabang olahraga yang dipertandingkan yaitu: futsal, bola voli, bulu tangkis, tenis lapangan, catur, bola basket, tenis meja, pencak silat, karate, taekwondo, dan kempo. Ajang kegiatan 2 tahunan ini diharapkan dapat meningkatkan prestasi non akademik bagi mahasiswa di masing-masing perguruan tinggi swasta maupun negeri di Wilayah Rayon III Jawa Tengah.

Pada kegiatan POM RAYON III ini, UMMagelang berhasil meraih torehan 21 medali, yaitu 5 medali emas, 3 Perak, dan 13 Perunggu dari berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan. Berikut capaian prestasi Kontingen UMMagelang dalam kegiatan POM RAYON III ini:

No. Nama Program Studi Cabang Olahraga Hasil
1 Elok Dwi Kusumastuti Ilmu Hukum S1 Tenis Meja Juara 1 Tunggal Putri
2 Ari Rudiyanto Ilmu Hukum S1 Tenis Meja Juara 1 Tunggal Putra
3 Arsita Dwi Amelia Manajemen S1 Tenis Lapangan Juara 3 Tunggal Putri
4 Muhammad Ro’isul Akbar H Manajemen S1 Karate Juara 3 Kata Putra Perorangan
5 Dwi Aryati Keperwatan D3 Bola Volly Putri Juara 3 Volly Putri
6 Meliana Eka Puji Lestari HES Bola Volly Putri Juara 3 Volly Putri
7 Indah Sani Rachmawati Pendidikan Agama Islam Bola Volly Putri Juara 3 Volly Putri
8 Rachmaudina Auliasari A PGSD S1 Bola Volly Putri Juara 3 Volly Putri
9 Rahma Nurul Septiana Akuntansi S1 Bola Volly Putri Juara 3 Volly Putri
10 Dian Rechmawati Ilmu Hukum S1 Bola Volly Putri Juara 3 Volly Putri
11 Anggilala Nianda Putri Teknik Informatika S1 Bola Volly Putri Juara 3 Volly Putri
12 Tara Qhairunnisa BK S1 Bola Volly Putri Juara 3 Volly Putri
13 Fendy Ahmady PGSD S1 Bola Volly Putra Juara 3 Volly Putra
14 Niko Hantoro PAI S1 Bola Volly Putra Juara 3 Volly Putra
15 Ahmad Fauzi PGSD S1 Bola Volly Putra Juara 3 Volly Putra
16 Reza Rizki Darmawan PGMI S1 Bola Volly Putra Juara 3 Volly Putra
17 Gunawan Rasianto Teknik Informatika S1 Bola Volly Putra Juara 3 Volly Putra
18 Muhammad Farkhan Budi Utomo Akuntansi S1 Bola Volly Putra Juara 3 Volly Putra
19 Triantoro Agung Nugroho Ilmu Hukum S1 Bola Volly Putra Juara 3 Volly Putra
20 Iqbal Farhan Ikhsan Teknik Industri S1 Bola Volly Putra Juara 3 Volly Putra
21 Harisudin Mesin Otomotif D3 Bola Volly Putra Juara 3 Volly Putra
22 Dian Eko S Informatika D3 Pencak Silat Juara 3 Tanding Putra Kelas B
23 Fatma Fauziah Ilmu Hukum S1 Pencak Silat Juara 1 Tanding Putri Kelas E
24 Wildan Fatchul Barry Teknik Informatika S1 Pencak Silat Juara 2 Tanding Putra Kelas D
25 Lusifah Nurul Huda Ilmu Hukum S1 Taekwondo Juara 3 Kyorugy 73
26 Denzeno Wiradhika Teknik Informatika S1 Taekwondo Juara 3 Under 68 Kyorugy
27 Adelia Wijayati Manajemen S1 Taekwondo Juara 3 Under 49 Kyorugy
28 Muhammad Rifki Efendi Manajemen S1 Taekwondo Juara 2 Pomsae Beregu Putra, Juara 3 Kyorugy Under 54
29 Berna Aminto Nugroho Manajemen S1 Taekwondo Juara 3 Kyorugy Under 58
30 Zaki PGSD S1 Taekwondo Juara 3 Pomsae Putra, Juara 2 Pomsae Beregu Putra, Juara 1 Pomsae Pair
31 Titania Ayu Rizqia Manajemen S1 Taekwondo Juara 2 Kyorugi Under 62
32 Restia Riza Erlida Akuntansi S1 Taekwondo Juara 3 Pomsae Putri, Juara 3 Kyorugy Under 68
33 Devi Pujiyanti Farmasi S1 Taekwondo Juara 1 Pomsae Pair, Juara 1 Kyorugy Under 57
34 Rizaldi Alfian Nur Teknik Informatika S1 Taekwondo Juara 2 Pomsae Beregu Putra

Dalam kesempatan tersebut pula UMMagelang berhasil meloloskan wakilnya untuk mengikuti POM tingkat provinsi (POMPROV) atas nama Fatma Fauziyah dan WildanFatchul Barry yang menyabet juara 1 dan 2 pada cabang olahraga pencak silat.

“Para atlit yang berhasil lolos akan terus kita persiapkan di kejuaraan tingkat provinsi yang akan datang sehingga kontingen yang kita kirim memiliki persiapan yang lebih panjang dan memperoleh hasil yang lebih memuaskan. Selain itu, reward bagi para atlit telah kami persiapkan sebagai bentuk penghargaan kepada atlit”, tutur Kepala Lembaga Pengembangan Mahasiswa dan Alumni (LPMA) UMMagelang, Ns. Margono, M.Kep.

Para atlit mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak sehingga dapat mengharumkan UMMagelang. “Ke depan doa dan support terus kami harapkan menjelang kejuaraan POMPROV yang akan datang” ujar Wilda Fatchul Barry.